BIREUEN Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Peudada, Fadli, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa masa jabatannya yang baru berjalan selama 23 hari masih berada dalam tahap penyesuaian diri. Ia resmi menerima estafet kepemimpinan dari kepala sekolah sebelumnya, Yuslina, S.Pd., M.M., pada serah terima jabatan tanggal 29 Juli 2026 lalu.
Sebagai seorang alumni yang pernah menempuh pendidikan selama tiga tahun di sekolah tersebut, kepulangan Fadli ke SMAN 1 Peudada kini mengembannya sebagai pimpinan tertinggi di lembaga pendidikan itu.
Fokus Pembenahan Awal dan Evaluasi Menyeluruh
Memasuki minggu ketiga kepemimpinannya, Fadli langsung bergerak cepat memprioritaskan pembenahan infrastruktur dasar sekolah. Menggunakan anggaran pribadi sebesar Rp1 juta untuk tahap awal karena dana sekolah belum cair, ia menginisiasi program ASRI Lingkungan yang meliputi:
- Pembersihan rumput dan penataan kompleks sekolah seluas tiga hektar.
- Pemasangan gembok serta perbaikan kunci pintu ruangan yang rusak.
- Perbaikan jendela lokal kelas yang mengalami kerusakan.
- Perbaikan pipa serta keran air yang tidak berfungsi.
Selain pembenahan fisik, Fadli juga telah menggelar serangkaian rapat evaluasi bersama para guru, Tenaga Kependidikan (Tendik), serta jajaran wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Humas). Evaluasi lanjutan turut dilakukan bersama para wali kelas X, XI, dan XII guna menyerap masukan demi kemajuan SMAN 1 Peudada ke depan.
"Saya baru dua minggu lebih menjabat... belum satu pun mengeluarkan SK apapun, baru tahap evaluasi serta menampung saran dan masukan demi menuju perubahan ke depan SMA Negeri 1 Peudada," ujar Fadli saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Sabtu (22/8/2026).
Klarifikasi Terkait Isu Kehadiran dan Kegiatan HUT RI
Terkait perayaan HUT ke-81 RI, Fadli menjelaskan bahwa tidak ada usulan atau laporan resmi yang masuk dari wakil kepala sekolah maupun guru bidang terkait untuk mengadakan kegiatan di lingkungan sekolah, di mana sebagian besar siswa saat itu fokus mengikuti kegiatan Paskibra. Adapun rangkaian kegiatan yang berjalan merupakan agenda dari masa kepemimpinan sebelumnya, yang tetap ia dukung dan lanjutkan.
Menanggapi isu terkait ketidakhadirannya secara rutin di lapangan beberapa waktu lalu, Fadli memberikan klarifikasi terbuka bahwa hal tersebut disebabkan oleh kondisi istrinya yang mendadak sakit berat dan harus menjalani operasi.
"Saya bukan tidak hadir ke lapangan seperti diinginkan anak-anak saya, tapi kondisi istri saya sakit berat, membutuhkan pendampingan agar operasi lancar," jelasnya. Saat ini, kondisi sang istri dikabarkan sudah berangsur membaik, meski belum dapat bepergian jauh akibat luka bekas operasi yang masih dalam proses pemulihan.
"Sebagai langkah awal, saya telah melakukan pendekatan langsung dengan guru, staf, pengurus OSIS, siswa, dan lingkungan sekolah. Kebijakan tentu akan terus kami jalankan secara bertahap sesuai dengan kondisi nyata di lapangan," pungkas Fadli.[At]

Social Header