Breaking News

Rapim Partai Aceh 2026, Yahdi Hasan: Saatnya Partai Aceh Perkuat Peran Nyata dalam Pembangunan judul

BANDA ACEH | Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Tenggara sekaligus anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan, S.I.Kom., menegaskan bahwa Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Pimpinan (Rapim) merupakan agenda rutin DPP Partai Aceh yang menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, sekaligus penyusunan arah kebijakan partai. Dalam wawancara khusus dengan awak media di sela Rapim Partai Aceh 2026, Yahdi mengatakan forum kali ini penting untuk menilai sejauh mana peran Partai Aceh dalam pembangunan daerah dan pelaksanaan amanah politik kepada masyarakat.

Menurut Yahdi, Rapim kedua tahun 2026 diarahkan pada evaluasi kebijakan partai dan diharapkan melahirkan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satu pembahasan yang menurutnya penting adalah bagaimana Partai Aceh mengambil peran lebih nyata dalam pembangunan Aceh ke depan, bukan hanya dalam konteks politik elektoral, tetapi juga melalui fungsi kader di pemerintahan dan parlemen.

Rapim di Amel Convention Hall, Banda Aceh, memang menjadi forum konsolidasi dan evaluasi yang diikuti unsur DPP, DPW, KPA wilayah, anggota DPRA dan DPRK Fraksi PA, kepala daerah utusan PA, organisasi sayap serta kader dari berbagai daerah.

Yahdi juga mengusulkan agar Bimtek dan Rapim Partai Aceh ke depan dapat dilaksanakan tiga kali dalam setahun, dengan minimal satu kegiatan turut melibatkan unsur sagoe PA/KPA. Menurutnya, keterlibatan struktur hingga tingkat bawah penting agar kebijakan dan arah perjuangan partai tidak berhenti pada tingkat pimpinan, tetapi benar-benar dipahami dan dijalankan secara seragam hingga akar rumput. Gagasan tersebut sejalan dengan arah Rapim 2026 yang menempatkan penguatan konsolidasi dan penyatuan langkah kader sebagai salah satu agenda utama organisasi.

Sebagai Ketua DPW Partai Aceh Aceh Tenggara sekaligus anggota DPRA, Yahdi menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan janji-janji politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat. Ia menyebut tanggung jawab tersebut tidak hanya melekat pada dirinya sebagai legislator, tetapi juga karena pernah menjadi bagian dari koordinasi pemenangan pasangan Muzakir Manaf–Fadhlullah di wilayah tengah Aceh. “Sebagai Ketua DPW dan anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, kami akan terus berjuang agar janji-janji politik kepada masyarakat dapat dilaksanakan. Amanah itu harus terus dikawal,” ujar Yahdi.

Ia berharap Rapim 2026 tidak berhenti sebagai forum seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan rekomendasi yang dapat diterjemahkan menjadi langkah organisasi dan kerja politik yang terukur.

Bagi Yahdi, Partai Aceh perlu menjaga kekompakan internal, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan setiap kader yang mendapat amanah di lembaga legislatif maupun pemerintahan tetap berpijak pada kepentingan rakyat. Rapim tahun ini sendiri digelar sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan penajaman arah perjuangan Partai Aceh dalam menghadapi agenda politik dan pembangunan Aceh ke depan.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini