LHOKSEUMAWE | Di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan, kepastian ketersediaan pangan
menjadi salah satu indikator vital bagi kesejahteraan masyarakat. Selasa (5/5/26).
Langkah nyata dalam memastikan ketahanan pangan di Aceh baru-baru ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, salah satunya dari Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Fauzan Azima.
Fauzan memberikan apresiasi penuh atas dedikasi dan kerja konkret yang ditunjukkan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, H. TA Khalid, dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Aceh.
Tinjauan Langsung untuk Kepastian Rakyat
Apresiasi ini disampaikan menyusul kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan oleh TA Khalid ke gudang Perum Bulog di Lhokseumawe pada Minggu (3/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, TA Khalid secara langsung meninjau dan memastikan kondisi cadangan beras di Aceh berada pada level yang aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2026.
Menurut Fauzan Azima, tindakan turun ke lapangan ini memberikan dampak positif yang sangat besar bagi masyarakat. Berikut adalah beberapa poin penting dari apresiasi yang disampaikan:
Kepastian Ketersediaan Pangan:
Memastikan stok beras di gudang Perum Bulog dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan potensi kelangkaan hingga penghujung tahun 2026.
Fungsi Pengawasan yang Efektif:
Kunjungan langsung ini menunjukkan keseriusan dan komitmen nyata dari wakil rakyat di Komisi IV DPR RI dalam mengawasi ketahanan pangan daerah.
Dukungan Kalangan Akademisi dan Mahasiswa: Generasi muda dan mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah melihat langkah ini sebagai bukti bahwa negara hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Fondasi Ekonomi dan Ketenangan Masyarakat
Fauzan menekankan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi utama bagi stabilitas sosial dan ekonomi.
Dengan terjaganya pasokan bahan pokok, inflasi yang tidak terkendali dapat dicegah dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang.
"Langkah yang diambil oleh Bapak TA Khalid ini sangat layak diapresiasi. Beliau tidak hanya sekadar duduk di Senayan, tetapi turun langsung untuk memastikan perut rakyat Aceh aman. Ini adalah bentuk pengawasan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat," ungkap Fauzan"
Sinergi antara pengawasan legislatif, dukungan mahasiswa, serta pengelolaan logistik yang baik dari Perum Bulog diharapkan dapat terus dipertahankan. Langkah-langkah preventif semacam ini menjadi inspirasi dan contoh bagaimana para pemimpin dapat memberikan solusi nyata bagi kebutuhan rakyat.
Sumber : AT
Editor : Redaksi/safrina

Social Header