Breaking News

Huntap Aceh Bukan Sekadar Rumah, Tapi Jalan Bangkitkan Ekonomi: Gayo Lues Dapat Paket Rp600 Miliar Lebih

ACEH | Pembangunan hunian tetap (huntap) di Aceh diarahkan tidak sekadar menjadi solusi tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat penyintas bencana. Lebih jauh, pembangunan tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari proses pemulihan menyeluruh, termasuk membuka kembali aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan huntap.

Untuk mendukung kebutuhan 50.649 unit huntap di Aceh, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) bersama pemerintah daerah terus mendorong kesiapan lahan serta percepatan aspek legalitas. Kesiapan tersebut menjadi salah satu kunci agar pembangunan huntap dapat segera masuk ke tahap pelaksanaan dan masyarakat terdampak memperoleh kepastian tempat tinggal untuk menata kembali kehidupan mereka.

Di Kabupaten Gayo Lues, sedikitnya empat paket pembangunan huntap dengan nilai lebih dari Rp600 miliar diarahkan agar manfaat pembangunan tidak berhenti pada berdirinya rumah. Program tersebut juga membuka peluang keterlibatan masyarakat setempat melalui kebutuhan tenaga kerja sesuai keahlian dan kemampuan, mulai dari tukang, pekerja fondasi hingga tenaga konstruksi lainnya.

Pelibatan tenaga kerja lokal menjadi penting karena pembangunan dalam skala besar dapat menciptakan perputaran ekonomi baru di tengah masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat akhir berupa hunian, tetapi juga memiliki kesempatan memperoleh penghasilan selama proses pembangunan berlangsung. Dengan demikian, pembangunan huntap diharapkan ikut menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Selain tenaga kerja, penyedia jasa juga didorong membuka ruang kemitraan dengan pelaku usaha lokal. Peluang tersebut dapat mencakup penyediaan material, jasa pendukung konstruksi, transportasi, konsumsi pekerja dan berbagai kebutuhan lainnya, sehingga efek ekonomi pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan dunia usaha di daerah.

Semangat tersebut menegaskan bahwa huntap adalah simbol kebangkitan, bukan sekadar bangunan fisik. Ketika rumah dibangun, pekerjaan terbuka, usaha lokal bergerak dan infrastruktur pendukung dipulihkan, maka proses rehabilitasi dan rekonstruksi benar-benar memiliki dampak sosial-ekonomi yang lebih luas.

Satgas PRR bersama pemerintah daerah pun terus didorong untuk menjaga agar pembangunan berjalan cepat, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini