BIREUEN – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., yang resmi menaikkan honorarium bagi para tokoh agama di seluruh Kabupaten Bireuen. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk penghargaan nyata pemerintah daerah terhadap peran vital para penjaga syiar Islam.
Kenaikan honorarium tersebut diperuntukkan bagi para Imum Syiek, Bilal, dan Muadzin yang bertugas di 190 masjid besar kecamatan serta kemukiman di seluruh Kabupaten Bireuen. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bireuen Nomor 400.8/133/Tahun 2026 yang diterbitkan pada 18 Februari 2026.
Bentuk Penghargaan Profesional
Edi Saputra menilai bahwa kebijakan ini bukan sekadar kenaikan angka nominal, melainkan bentuk pengakuan profesional atas dedikasi para tokoh agama yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina moralitas dan spiritualitas masyarakat.
"Kita patut mengapresiasi kebijakan Bapak Bupati Mukhlis. Ini adalah bentuk kepedulian nyata. Mereka adalah ujung tombak dalam menjaga syiar Islam dan menanamkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Dengan peningkatan kesejahteraan ini, diharapkan semangat pengabdian mereka akan semakin meningkat," ujar Edi Saputra saat dimintai tanggapannya, Minggu (24/5/2026).
Rincian Kenaikan Honorarium
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat kenaikan yang signifikan pada tahun 2026 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berikut adalah perbandingan nominal honorarium tersebut:
|
Jabatan |
Tahun 2025 (per bulan) |
Tahun 2026 (per bulan) |
|---|---|---|
|
Imum Syiek |
Rp500.000 |
Rp900.000 |
|
Bilal |
Rp350.000 |
Rp600.000 |
|
Muadzin |
Rp300.000 |
Rp550.000 |
Investasi untuk Moralitas Daerah
Lebih lanjut, Edi Saputra menambahkan bahwa langkah Pemerintah Kabupaten Bireuen ini mencerminkan komitmen Bupati dalam menciptakan masyarakat yang religius. Menurutnya, peran Imum Syiek, Bilal, dan Muadzin sangat sentral, tidak hanya dalam hal ibadah ritual di masjid, tetapi juga sebagai pilar sosial yang menjaga kerukunan dan moralitas masyarakat di tingkat kemukiman.
"Keputusan ini sangat tepat sasaran. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, memperkuat peran tokoh agama melalui dukungan kesejahteraan adalah investasi strategis untuk menjaga marwah dan jati diri masyarakat Bireuen yang islami," tutup pria yang akrab disapa Haji Edi ini.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para tokoh agama untuk terus berkontribusi secara maksimal dalam membimbing umat, serta menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah daerah dengan para pemuka agama di Kabupaten Bireuen [rilis ]

Social Header