GANDAPURA, – Di tengah dinamika pembangunan daerah, nama
Keuchik Mauliadi, SH, mencuat sebagai simbol keberanian baru dari Kecamatan
Gandapura. Dikenal karena integritas dan ketajaman analisisnya yang berbasis
hukum, Keuchik Mauliadi kini menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak
desa yang selama ini sering terabaikan.
Bukan sekadar pemimpin administratif,
Mauliadi dikenal masyarakat luas sebagai figur "pemberani" yang tidak kompromi
terhadap ketidakadilan.
Ia memanfaatkan platform digital dan ruang diskusi
publik bukan sebagai ajang pencitraan, melainkan sebagai mimbar perjuangan untuk
menyuarakan aspirasi masyarakat desa yang selama ini terpinggirkan.
Menantang
Kebijakan, Memperjuangkan Hak Puncak dari perjuangannya terlihat saat ia
melakukan pertemuan strategis dengan Wakil Ketua DPRK, Surya Darma.
Dalam dialog
yang krusial tersebut, Keuchik Mauliadi tampil dengan kapasitasnya sebagai
seorang negarawan desa yang lugas namun santun. Isu sentral yang ia angkat
adalah fenomena Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Dengan argumentasi hukum yang kuat,
ia menyoroti ketimpangan distribusi dana tersebut. Menurutnya, selama ini dana
Otsus seolah menguap di tingkat atas dan jarang menyentuh denyut nadi
pembangunan di level gampong (desa). "Pemerintah harus sadar bahwa desa adalah
ujung tombak pembangunan.
Kita menuntut adanya porsi yang jelas dari Dana Otsus
agar dialokasikan langsung ke tiap-tiap desa," ujar Mauliadi tegas di hadapan
pimpinan DPRK tersebut. Keadilan Historis untuk Gampong Bagi Mauliadi,
perjuangan ini adalah masalah "keadilan historis".
Ia menekankan bahwa sejak
dana Otsus digulirkan, desa nyaris tidak pernah merasakan dampak langsung dari
besaran anggaran tersebut. Padahal, beban tanggung jawab pembangunan di tingkat
tapak terus bertambah, sementara injeksi dana yang memadai sangat minim.
Ia
melihat potensi desa yang terbengkalai sebagai akibat dari kebijakan yang kurang
berpihak pada akar rumput. Mauliadi menegaskan bahwa desa tidak boleh lagi
diposisikan hanya sebagai objek, melainkan harus ditempatkan sebagai subjek
utama pembangunan.
Harapan Baru dari Gandapura Langkah berani Keuchik Mauliadi
telah memberikan warna baru dalam peta kepemimpinan di tingkat desa. Di bawah
kendalinya, masyarakat Gandapura kini memiliki harapan nyata bahwa suara mereka
tidak akan lagi menjadi "desis di tengah badai". Kini, setiap kritik dan
tuntutan yang ia sampaikan menjadi gema yang memaksa pemangku kebijakan untuk
menoleh ke bawah, memastikan bahwa keadilan pembangunan benar-benar dirasakan
hingga ke pelosok gampong.
Tentang Keuchik Mauliadi, SH: Keuchik Mauliadi, SH
adalah pemimpin desa di Kecamatan Gandapura, integritas tinggi, dan dedikasinya dalam memperjuangkan
hak-hak masyarakat desa melalui jalur kebijakan dan literasi publik.
Pewarta : At
Editor : Redaksi/Safrina

Social Header