BIREUEN | Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar upacara penurunan Bendera Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen, Senin (17/8/2026) sore.
Upacara berlangsung khidmat dan tertib. Meski langit terlihat mendung, seluruh peserta dan tamu undangan mengikuti setiap tahapan upacara dengan penuh penghormatan hingga prosesi penurunan Sang Merah Putih selesai dilaksanakan.
Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Ipda Eric Fransisco Hasugian, S.AP., Perwira Upacara dijabat AKP Darli, S.H., sedangkan Komandan Kompi Paskibraka dipercayakan kepada Ghulaman Dzaki Bramantya, Str.Ik.
Prosesi penurunan bendera menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Bireuen. Setelah menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih pada upacara pagi hari, para anggota Paskibraka kembali menjalankan amanah pada sore hari untuk menurunkan bendera dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
Suasana semakin khidmat ketika prosesi penurunan bendera dimulai. Seluruh peserta upacara berdiri memberikan penghormatan, sementara jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para tamu undangan menyaksikan prosesi dari panggung utama.
Dengan gerakan teratur dan penuh presisi, Paskibraka Kabupaten Bireuen menurunkan Bendera Merah Putih. Prosesi tersebut berlangsung penuh penghormatan dan mencerminkan semangat nasionalisme serta penghargaan terhadap simbol negara.
Setelah bendera berhasil diturunkan dan diserahkan sesuai tata upacara, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Para anggota Paskibraka pun menuntaskan tugas yang mereka emban sejak pagi hingga sore hari.
Upacara penurunan bendera tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bireuen. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, semangat nasionalisme, serta mengisi kemerdekaan melalui pengabdian dan pembangunan daerah.[]

Social Header