Breaking News

Dari Perahu Nelayan ke Girder Baja, Janji yang Ditunaikan Prabowo di Kuta Blang Bireuen

Asumsipublik.id | ACEH - HAMPIR sepuluh bulan setelah banjir memutus jalur Banda Aceh-Medan, kalimat Presiden Prabowo Subianto di tepi sungai pada Desember 2025 kini berdiri sebagai beton dan baja. Minggu pagi, 20 September 2026, ulama setempat menepungtawari Jembatan Krueng Tingkeum di Kutablang dengan peusijuek. 

Ratusan warga memenuhi ruas jalan di sekitarnya. Setelah berbulan-bulan bergantung pada jembatan darurat, jalur nasional Banda Aceh-Medan akhirnya kembali memiliki jembatan permanen.

Di titik yang sama, akhir November tahun lalu, tak ada jembatan yang bisa dilewati kendaraan. Banjir bandang meruntuhkan jembatan rangka baja yang menghubungkan dua sisi sungai dan melumpuhkan salah satu jalur transportasi terpenting di Aceh. Warga menyeberang menggunakan perahu motor milik nelayan setempat untuk bekerja, menjemput keluarga, hingga membawa kebutuhan sehari-hari. Pada masa-masa itulah sebuah janji diucapkan.

Pada 7 Desember 2025, Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane di ruas Bireuen-Takengon. Logikanya sederhana: akses harus dipulihkan lebih dulu agar aktivitas masyarakat dan proses pemulihan bisa berjalan. "Nanti semua jembatan kita akan perbaiki," katanya. Dalam kunjungan itu, Presiden juga menerima laporan tentang bendungan yang jebol dan sawah yang rusak, seraya meminta petani tidak khawatir.

Janji tersebut kemudian diterjemahkan menjadi pekerjaan lapangan. Bupati Bireuen Mukhlis menyebut pembangunan jembatan duplikasi di Teupin Mane dan Kuta Blang merupakan tindak lanjut arahan Presiden kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Jembatan darurat Kuta Blang menjadi solusi pertama yang selesai dibangun. Pada 27 Desember 2025, prajurit TNI menuntaskan perakitan jembatan Bailey dalam waktu 14 hari. Jembatan itu hanya dapat dilalui kendaraan dengan muatan maksimal 30 ton dan diberlakukan sistem buka-tutup. Antrean panjang menjadi bagian dari keseharian warga. Pada Januari 2026, jembatan darurat tersebut tercatat tiga kali mengalami kerusakan akibat kendaraan bermuatan berlebih.

Di saat yang sama, pembangunan jembatan permanen berjalan paralel. Groundbreaking jembatan kembar dilakukan pada 21 Januari 2026.

Sebulan kemudian, saat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau lokasi bersama Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal pada 21 Februari, progres pembangunan baru mencapai 18 persen. Ketika itu, target penyelesaian masih dipatok Juli 2026.

Namun target tersebut akhirnya bergeser. Pembangunan Jembatan Kuta Blang dimulai saat status bencana masih berada pada fase tanggap darurat. Ketika penanganan beralih ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi, mekanisme pekerjaan harus disesuaikan dengan ketentuan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Menurut Safrizal, proses penyesuaian tersebut memakan waktu hampir satu bulan.

"Karena jembatan Kutablang A mulai dibangun pada masa tanggap darurat, maka ketika terjadi perubahan status dari tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi resmi, harus dilakukan penyesuaian mekanisme kerja dari LKPP. Maka target pun bergeser," ujarnya.

Hambatannya bukan pada pekerjaan konstruksi, melainkan pada perubahan mekanisme pelaksanaan. Karena itu, target penyelesaian yang semula dipatok pada akhir Juli bergeser hingga awal September.

Pada 6 Agustus 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka datang ke lokasi. Saat itu progres pembangunan telah menembus lebih dari 80 persen. Ia menyatakan optimistis pekerjaan dapat segera rampung sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Kini girder baja sepanjang 149,7 meter telah terbentang di atas Krueng Tingkeum. Jembatan permanen tersebut dibangun oleh PT Adhi Karya bersama PT Krueng Meuh. Nilai kontrak pembangunan jembatan mencapai Rp107,5 miliar, sementara total pagu penanganan di lokasi mencapai sekitar Rp251 miliar. Anggaran itu tidak hanya membiayai pembangunan jembatan baru, tetapi juga pemasangan dan perawatan jembatan Bailey, pekerjaan struktur baja girder, metode incremental launching, hingga pembangunan berbagai elemen pendukung lainnya.

Saat jalur itu dibuka untuk lalu lintas pada Minggu pagi, Safrizal menyebut penyelesaiannya sebagai hasil kerja panjang banyak pihak.

"Alhamdulillah. Berkat ketekunan dan kedisiplinan, akhirnya jembatan Kutablang A selesai dibangun tepat waktu. Dan pada hari ini jembatan tersebut telah dibuka untuk umum oleh Kementerian PU," katanya.

Kuta Blang hanyalah satu titik dalam peta pemulihan yang lebih luas. Namun bagi warga yang berbulan-bulan harus mengandalkan perahu nelayan dan jembatan darurat untuk melintas, arti pemulihan terasa jauh lebih dekat daripada sekadar angka statistik atau laporan progres.

Di tempat itu, satu bagian dari janji yang diucapkan di tengah bencana akhirnya menjadi nyata. Di sungai yang pernah diseberangi dengan perahu nelayan, kalimat yang disampaikan di tepi sungai pada Desember 2025 kini berdiri sebagai beton dan baja.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini