BANDA ACEH | Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh yang juga anggota Komisi III, Hasballah Cut Apa, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh dalam memperkuat upaya pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di Aceh. Menurutnya, rencana menghadirkan Balai Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba di Bapelkes Jantho, Aceh Besar, merupakan langkah penting yang harus didukung bersama.
Hasballah menilai Aceh membutuhkan fasilitas rehabilitasi yang representatif agar masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika dapat memperoleh akses pemulihan yang lebih dekat, cepat, dan manusiawi. Ia menegaskan, penanganan narkoba tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum, tetapi juga harus diimbangi dengan rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.
Ia juga mengapresiasi dukungan ulama, termasuk Waled Nuruzzahri atau Waled Nu, terhadap percepatan hadirnya balai rehabilitasi tersebut. Menurut Hasballah, sinergi antara ulama, legislatif, pemerintah, BNN, tenaga kesehatan, dan masyarakat akan menjadi kekuatan besar dalam menyelamatkan generasi muda Aceh dari ancaman narkotika.
Sebagai anggota Komisi III DPRA, Hasballah juga memandang penting adanya dukungan anggaran yang memadai untuk melengkapi sarana dan prasarana Balai Rehabilitasi pada tahun anggaran 2027. Ia berharap pembahasan anggaran nantinya dapat memberi ruang yang cukup agar fasilitas tersebut benar-benar siap memberikan pelayanan secara optimal.
Selain dukungan terhadap balai rehabilitasi, Hasballah mendorong Pemerintah Aceh mempercepat penyusunan Peraturan Gubernur sebagai aturan pelaksana Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika. Menurutnya, keberadaan Pergub sangat dibutuhkan agar pelaksanaan qanun memiliki arah yang lebih jelas, mulai dari koordinasi, pembagian peran, pendanaan, hingga penguatan program rehabilitasi.
“Langkah BNN Aceh ini harus kita dukung penuh. Jangan sampai masyarakat yang ingin sembuh justru kesulitan mendapatkan tempat rehabilitasi. Kita ingin penanganan narkoba di Aceh tidak hanya tegas, tetapi juga memberikan jalan pemulihan. Pemerintah, DPRA, BNN, ulama, dan seluruh elemen harus bergerak bersama,” ujar Hasballah Cut Apa.

Social Header