BANDA ACEH | Kuliner khas Aceh Selatan kembali mengharumkan nama daerah. "Kuah Singko Bak Siemuling" berhasil membawa Kabupaten Aceh Selatan meraih *Juara II* pada ajang Aceh Culinary Festival 2026 yang digelar di Taman Sari, Banda Aceh, Jumat-Minggu (12-14/9/2026).
Kuah Singko Bak Siemuling, hidangan tradisional dari wilayah Kluet ini, berhasil memikat dewan juri dan pengunjung berkat cita rasa autentik, penggunaan rempah lokal, dan proses penyajian yang tetap menjaga warisan leluhur.
Tim dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Selatan bersama pelaku UMKM binaan Dekranasda Aceh Selatan menampilkan Kuah Singko Bak Siemuling dalam konsep "Sajian Warisan, Rasa Mendunia". Penampilan booth Aceh Selatan juga dikemas dengan unsur budaya, mulai dari musik tradisional hingga busana khas.
Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, mengapresiasi prestasi tersebut. Menurutnya, kemenangan ini membuktikan bahwa kuliner Aceh Selatan memiliki daya saing dan mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Selamat kepada tim Aceh Selatan. Kuah Singko Bak Siemuling bukan hanya makanan, tapi juga cerita, sejarah, dan identitas masyarakat kita. Ini harus terus kita jaga, kita kembangkan, dan kita promosikan,” ujar Bupati Mirwan.
“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi, sehingga Aceh Selatan dapat meraih prestasi ini. Semoga sinergi dan kekompakan seperti ini terus terjaga serta menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Piala Juara II ACF 2026 diterima oleh Wakil Ketua TP PKK Aceh Selatan, Ny. Hj. Eri Baital Mukadis. Selama kegiatan berlangsung, Bupati Aceh Selatan turut didampingi Sekda Aceh Selatan Diva Samudra Putra, SE, MM, Kepala Dinas Pariwisata, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda, Ny. Nafisah Mirwan serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Selatan.
Keikutsertaan Aceh Selatan dalam ACF 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperluas promosi potensi daerah. Kuliner khas yang selama ini lekat dengan kehidupan masyarakat Kluet diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas, berdampingan dengan tradisi adat yang menjadi identitas masyarakatnya.
Aceh Culinary Festival merupakan agenda rutin yang diprakarsai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Aceh. Festival tersebut menjadi ruang promosi sekaligus upaya memperkuat citra Aceh sebagai daerah yang memiliki kekayaan tradisi dan kuliner yang beragam.
Dari semangkuk Kuah Singko Bak Siemuling hingga tradisi Mangan Dalung, Aceh Selatan membuktikan bahwa kekayaan kuliner bukan sekadar soal rasa, tetapi juga tentang identitas, sejarah dan budaya yang layak diperkenalkan lebih luas.
Juara II ACF 2026 menjadi bukti bahwa Kluet Raya punya rasa, Aceh Selatan punya cerita, dan keduanya layak menjadi daya tarik wisata yang semakin dikenal.[]

Social Header