Breaking News

Muhammadiyah Aceh Buka Tiga Jalur Kerja Sama di Malaysia, dari Rumah Sakit hingga Maskapai dan SIM Digital

KUALA LUMPUR | Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh membuka langkah baru dalam memperluas jejaring kerja sama internasional melalui sejumlah agenda strategis di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/9/2026). 

Ketua PWM Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum., menyebut sedikitnya ada tiga sektor yang sedang dipersiapkan untuk ditindaklanjuti, yakni pelayanan kesehatan, bisnis penerbangan, dan layanan telekomunikasi digital.

Kerja sama pertama diarahkan pada sektor kesehatan melalui penjajakan dengan pihak rumah sakit. Tahap awal akan dimulai dengan penyusunan term sheet sebagai dasar menyamakan ruang lingkup, tanggung jawab, dan model kerja sama. Setelah itu, dokumen Memorandum of Understanding atau Memorandum of Agreement akan disusun berdasarkan kesepakatan bersama dan direncanakan untuk ditandatangani di Aceh.

Agenda kedua menyangkut rencana kerja sama Muhammadiyah dengan CAMAR Group dalam membangun dan mengembangkan bisnis maskapai penerbangan domestik dan internasional. Kerja sama tersebut akan melibatkan CAMAR Group serta mitra maskapai penerbangan di Indonesia. Rancangan kerangka kerja sama dan dokumen pendukung kini sedang dipersiapkan agar pembahasan dapat dilanjutkan secara lebih konkret.

Jika kesepakatan tersebut terealisasi, kerja sama sektor penerbangan dinilai berpotensi membuka ruang konektivitas yang lebih luas antara Aceh, wilayah lain di Indonesia, dan Malaysia. Setelah penandatanganan perjanjian, pihak terkait bersama Muhammadiyah juga merencanakan konferensi atau sidang media di Aceh dan Malaysia untuk menjelaskan arah, manfaat, dan tahapan pelaksanaan kerja sama.

Sementara itu, kerja sama ketiga dilakukan dengan MVNX Alliance Sdn. Bhd. di bidang telekomunikasi dan ekonomi digital. Berdasarkan dokumen penawaran kerja sama yang ditujukan kepada A. Malik Musa, MVNX diusulkan berperan dalam pengembangan serta distribusi layanan kartu SIM dengan konsep dual branding V Mobile dan Muhammadiyah untuk pasar Malaysia.

Dalam konsep tersebut, layanan tidak hanya diarahkan pada telekomunikasi 4G/5G, tetapi juga pengembangan ekosistem digital bernilai tambah. Sejumlah layanan yang tercantum dalam rancangan kerja sama antara lain perlindungan atau asuransi, bantuan pemakaman, rewards, umrah, qurban, aqiqah, wasiat, e-wallet, remitansi, perjalanan, emas digital, tabungan, pembayaran, e-commerce, serta layanan digital lainnya yang dapat dikembangkan sesuai kesepakatan.

A. Malik Musa menilai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah Aceh memperkuat kemandirian organisasi melalui jejaring usaha dan pelayanan yang lebih luas. Menurutnya, Muhammadiyah tidak hanya bergerak pada bidang dakwah, pendidikan, dan sosial, tetapi juga perlu memperkuat ekosistem ekonomi yang dapat memberi manfaat nyata bagi anggota, masyarakat, serta amal usaha Muhammadiyah.

Ia berharap seluruh rencana kerja sama tersebut dapat dibahas secara matang, transparan, dan menguntungkan kedua belah pihak sebelum masuk ke tahap penandatanganan. “Kita ingin setiap kerja sama membawa manfaat jangka panjang, memperluas jaringan Muhammadiyah Aceh, sekaligus membuka peluang baru di bidang kesehatan, penerbangan, telekomunikasi, dan ekonomi digital,” ujar A. Malik Musa.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum., juga mengungkapkan adanya penjajakan kerja sama di bidang kesehatan dengan Rumah Sakit Islam Az-Zahrah, Bangi, Kuala Lumpur. Rumah sakit tersebut direncanakan memperluas jejaring pelayanannya ke Aceh melalui kerja sama dengan Muhammadiyah, termasuk pengembangan kartu berobat bersama yang memberikan kemudahan dan potongan biaya bagi masyarakat yang mendapatkan pelayanan di RS Islam Az-Zahrah.

Selain memperluas akses layanan kesehatan lintas negara, pihak rumah sakit juga menyatakan kesiapan untuk mendukung dan mempercepat terwujudnya Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Aceh, sehingga kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat jangka pendek bagi pasien, tetapi juga memperkuat fondasi pelayanan kesehatan Muhammadiyah di Aceh dalam jangka panjang.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini