Breaking News

Plt Kadistanbun Aceh Azanuddin Kurnia Ungkap Jurus “SALUD”, 2.548 Pekebun Sawit Sudah Dilatih Naik Kelas

BANDA ACEH | Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP terus bergerak maju. Kita tidak boleh berdiam diri, terus bergerak untuk memajukan diri sendiri, kelurga, lingkungan dan juga masyarakat serta bangsa ini. Untuk itu saya menawarkan 4 S kepada para peserta semua, yang saya singkat dengan “Salud”, ujar Azan pada penutupan pelatihan teknis budidaya kelapa sawit Sabtu 12 September 2026 menutup Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit di Hotel Mekkah dan Amel Banda Aceh. Pada pembukaan juga turut Hadir Kabid PPSDMP Mukhlis, SP, MA, Kabid Produksi Perkebunan Fakhrurrazi, SP, M.Sc dan sejumlah staf terkait.

Salud adalah singkatan dari Semangat, Solutif, Skill dan Sujud. Silahkan ambil bila cocok dengan bapak/ibu sekalian ujarnya, Semangat adalah cermin diri dalam kita bekerja. Usahakan setiap bangun tidur kita bersyukur dan selalu semangat dalam menjali hari-hari. Tidak usah pikir rezeki orang, karena Sang Pencipta sudah mengatur semuanya. Kita lah yang harus menjalani dan menjemput semua ini dengan semangat. Bagi ASN harus semangat bekerja dan melayani masyarakat, petani semangat dikebun dan disawah dan profesi lainnya. Apapun profesi kita tetap harus semangat menjali hidup ini.

Kemudian solutif, ini adalah bagaimana kita sebagai diri pribadi bisa menjadi bagian dalam memecahkan masalah minimal masalah diri sendiri. Bila kita mampu menjadi bagian dari pemecah masalah, maka bila setiap orang mampu memecahkan masalahnya, maka semua bisa terselesaikan karena secara kolektif semua orang berperan serta memecahkan masalah bahkan akan ikut memecahkan masalah daerah dan bangsa ini.

Selanjutnya adalah skill atau keahlian atau keterampilan. Usahakan minimal kita bisa memiliki keahlian atau keterampilan. Tidak harus hebat, tetapi kita bisa menghasilkan dan mengeluarkan sumberdaya yang ada pada diri kita sendiri. Minimal sekali kita punya keahlian untuk tidak berhutang, tidak mengganggu orang dan tidak dari bagian perusak. Termasuk keahlian dalam mengelola ekonomi rumah tangga. Memang sulit tetapi itu harus mampu kita capai, itulah salah satu tantangan kita dalam hidup ini. Bapak ibu semua harus yakin bahwa dalam diri kita semua, Allah sudah berikan kelebihan, tinggal kita mau gak untuk memanfaatkan kelebihan tersebut. Harus terus diasah dan terus diasah sehingga bisa menjadi kebiasaan yang positif

Terakhir adalah Sujud. Tidak ada yang kita lakukan semua tanpa izin dari Sang Pencipta. Saya mengingatkan diri saya sendiri dan kita semua untuk selalu mengingat Allah. Hidup hanya sebentar dan di bumi ini kita adalah tempat beramal. Maka mari usahakan dalam bekerja juga perbaiki niat, sehingga setiap kita bekerja dimanapun bisa bernilai ibadah, ujar Azan menyemangati para peserta pelatihan.

Pelatihan ini merupakan kerjasama antara Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Best Planter Indonesia (BPI). Pelatihan ini merupakan salah satu strategi dalam peningkatan sumber daya manusia bagi pekebun sawit. Tujuan akhirnya adalah bagaimana bisa tercapai peningkatan produksi, produktivitas dan pendapatan pekebun sawit. Pelatihan oleh BPI dipimpin oleh Direktur Operasional Friandito, SP, MM.

Pelatihan ini juga bagian dari implementasi visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Dimana salah satu misi adalah mewujudkan kemandirian ekonomi Aceh berbasis pada sektor unggulan Aceh serta misi meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Kelapa sawit adalah salah satu komoditi unggulan daerah dan nasional dan peningkatan SDM para pekebun sawit juga sangat diperlukan selain terhadap kebutuhan bibit, pupuk, air dan sarana prasarana lainnya, termasuk pada sektor tanaman pangan seperti padi dan jagung.

Azanuddin Kurnia menjelaskan bahwa Distanbun Aceh pada tahun 2024 sudah melatih sekitar 236 orang pekebun sawit yang berasal dari Aceh Barat 111 orang dan Nagan Raya 125 orang. Kemudian tahun 2025 naik menjadi 669 orang dengan rincian Aceh Tamiang 424 orang dan Aceh Timur 245 orang. Kemudian tahun 2026 naik menjadi 1.643 orang dengan rincian dari Subulussalam 94 orang, Aceh Singkil 365 orang, Aceh Tamiang 421 orang dan Aceh Timur 703 orang. Total Insya Allah dari 2024 s.d. 2026 sebanyak 2.548 orang.

Pelatihan yang terkait budidaya kelapa sawit mulai dari hulu sampai hilir difasilitasi secara teknis oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan RI dan pendanaan berasal dari BPDP. Sedangkan dinas perkebunan kabupaten berperan sebagai yang mendata dan sebagai verifikator untuk calon peserta serta provinsi juga sebagai verifikator dan mengkompilasi usulan dari berbagai kabupaten/kota yang masuk. Azanuddin menghimbau agar kabupaten/kota sentra sawit agar dapat memanfaatakan peluang ini dan agar mengusulkan sebanyak-banyaknya pekebun sesuai dengan kriteria untuk bisa mengikuti berbagai pelatihan yang didanai oleh BPDP. Ini adalah kesempatan emas bagi kita, karena selain peremajaan sawit rakyat, sarana dan prasarana, pemerintah juga membantu dengan peningkatan SDM ujarnya.

Sedangkan pelaksana pelatihan semuanya berasal dari lembaga pelatihan berstandar nasional yang kesemuanya ditunjuk oleh BPDP. Kita di Aceh hanya sebagai penerima manfaat. Ini adalah bagian dari mekanisme yang sudah digariskan Kementerian Pertanian melalui Dirjenbun.

Saya menghimbau kepada seluruh pekebun yang sudah mendapatkan pelatihan baik pada tahun 2024, 2025 dan 2026 agar dapat mengapilikasikan berbagai ilmu dan wawasan yang sudah didapat dari berbagai narasumber dan intrukstur. Dinas perkebunan kabupaten agar dapat mengawal ini semua dengan baik dan secara berkala. Kita berharap pola budidaya dan pemanfaatan berbagai sumberdaya yang ada dikebun dapat dimanfaatkan secara optimal. Insya Allah kita juga akan melakukan evaluasi melalui Bidang PPSDMP terhadap peserta pelatihan, sehingga perkembangan dan dampak pelatihan ini dapat kita ketahui.

Sebelum menutup kegiatan pelatihan ini, Azanuddin Kurnia juga berkesempatan menjadi narasumber dengan tema “Pemanfaatan Limbah Batang Sawit Sebagai Alternatif Ekonomi Baru”. Azanuddin menjelaskan bahwa, batang sawit yang sudah ditebang, jika diamnfaatkan bisa bernilai ekonomi tinggi. Bahkan bila dimanfaatkan nira nya untuk pembuatan gula sawit bisa mendapatkan pendapatan Rp. 60 s,d, 200 juta per hektar per dua bulan. Satu batang sawit bisa mengeluarkan nira 5-15 liter per hari selama dua bulan. Bila satu hari 5 liter saja dan selama 2 bulan, maka akan mampu memberikan nira sebanyak 300 liter per dua bulan. Azanuddin bahkan memberikan gambaran skala usaha dan nilai ekonomi serta peluang usaha. Inti nya adalah bagaimana kita bisa memanfaatakan segala hal yang ada disekitar kita.

Azanuddin Kurnia yang pada Agustus 2026 mendapatkan pengahargaan pada Hari Damai dari Gubernur Aceh dan Serambi Award dari Serambi Indonesia menyampaikan bahwa pelepah sawit juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan lidi sawit. Daunnya juga bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak dengan sedikit olahan sederhana. Selain itu, untuk mengurangi biaya produksi, Azan menghimbau agar pekebun juga bisa membuat pupuk organik dari semua sumberdaya yang ada dikebun. Jangan semua kita harus membeli di pasar, karena saya yakin para pekebun mampu untuk membuatnya, ujar Azan memberikan motivasi kepada para pekebun peserta pelatihan.

Selain itu, usahakan agar sayuran juga janga harus membeli, manfaatkan sedikit lahan untuk menanam sayuran seperti bayam, sawi, ubi kayu, kacang panjang, cabai dan berbagai sayuran lainnya. Sehingga secara bulanan kita bisa mengurangi biaya rumah tangga. Pengeluaran tersebut bisa dialihkan untuk biaya Pendidikan anak-anak atau ditabung atau untuk kebutuhan kesehatan dan lainnya. Tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau bergerak. Tidak ada seribu langkah tanpa satu langkah dan tidak ada satu milyar tanpa satu rupiah ujar Azan memberi perumpaan.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh BPI sebelumnya sudah berlangsung Gelombang I dari tanggal 31 Agustus s.d. 5 September dengan jumlah peserta 192 orang yang berasal dari Kabupaten Aceh Timur. Teori dilaksanakan di Hotel Mekkah dan Amel kemudian praktek lapangan dilaksanakan di Koperasi Berkat Bunga Damai Cot Girek Kabupaten Aceh Utara. Koperasi tersebut merupakan salah satu yang sudah mendapatkan sertifikat RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oli/Meja Bundar Kelapa Sawit Berkelanjutan). RSPO merupakan salah satu sertifikasi sawit bertaraf internasional. Sedangkan pelatihan gelombang II berlangsung dari tanggal 7-12 September 2026 dengan jumlah peserta 181 orang yang berasal dari Aceh Timur. Lokasi field trip di PT. ASN bate Puteh Aceh Barat.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini