Breaking News

Prof Rajuddin Menguat di Muswil VIII ICMI Aceh, Ingatkan soal “Penumpang Gelap”

Foto: Ist. Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG., Subsp.FER

BANDA ACEH |  Dinamika menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Aceh yang berlangsung di Hotel Oasis, Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026), semakin menghangat. Nama Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG., Subsp.FER disebut sebagai salah satu figur yang menguat dan memperoleh dukungan dari sejumlah unsur organisasi daerah.

Menjelang forum pemilihan, dukungan disebut berasal dari unsur Orwil sebanyak 5 suara dan Orda sebanyak 12 suara, sehingga menempatkannya sebagai salah satu kandidat yang diperhitungkan.

Dukungan terhadap Prof. Rajuddin disebut terus berkembang menjelang agenda utama Muswil. Sejumlah peserta menilai sosok akademisi tersebut memiliki kapasitas, pengalaman organisasi, serta jaringan yang cukup luas untuk memperkuat peran ICMI di Aceh.

Muswil VIII diharapkan tidak hanya menjadi ajang memilih kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi cendekiawan muslim dalam menjawab tantangan pembangunan, pendidikan, sosial, dan keumatan.

Dalam keterangannya kepada media, Prof. Rajuddin mengingatkan agar proses Muswil berlangsung secara demokratis, bermartabat, dan tetap berada dalam koridor organisasi.

Ia juga meminta seluruh peserta menjaga independensi forum serta tidak memberikan ruang kepada pihak-pihak yang dinilai tidak memiliki kepentingan langsung terhadap agenda dan masa depan ICMI.

"Jangan kita berikan ruang kepada penumpang gelap untuk masuk dan bermain dalam Muswil ICMI kali ini. Forum ini harus kita jaga bersama agar tetap sehat, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan terbaik,” ujar Prof. Rajuddin.

Muswil VIII ICMI Aceh diharapkan melahirkan kepemimpinan yang mampu menyatukan potensi cendekiawan muslim, memperkuat konsolidasi Orwil dan Orda, serta menghadirkan gagasan strategis bagi kemajuan Aceh.

Dengan dukungan yang disebut terus menguat, Prof. Rajuddin menjadi salah satu figur yang mendapat perhatian dalam kontestasi tersebut, sementara forum Muswil diharapkan tetap menjadi ruang demokratis yang menjunjung persatuan, integritas, dan kepentingan organisasi.[]


© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini