KUTACANE | Sebanyak 114 peserta mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi Subsektor Kuliner Skema Cook yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkuat keterampilan pelaku kuliner sekaligus mendorong produk lokal agar semakin berkualitas dan berdaya saing.
R. Adi Mukhtar Rivai mengatakan, pengembangan subsektor kuliner tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengolah makanan. Pelaku usaha juga perlu menguasai kreativitas, inovasi, kebersihan, kualitas, penyajian hingga kemampuan menciptakan produk yang memiliki nilai tambah. Karena itu, peserta didorong memanfaatkan pelatihan sebagai kesempatan meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri.
Menurutnya, Aceh Tenggara memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat menjadi sumber inspirasi pengembangan produk kuliner. Potensi tersebut perlu didukung sumber daya manusia yang kompeten agar mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan menjadi usaha. Ia juga mengingatkan peserta agar serius mengikuti pelatihan, aktif berdiskusi dan terus berlatih.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Tenggara, Bakri Saputra, S.Pd., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang disebut sebagai kegiatan perdana di Aceh Tenggara. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, karena tidak hanya meningkatkan keterampilan tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha. Sertifikat kompetensi diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan profesionalitas peserta di bidang kuliner.
Sementara itu, peserta pelatihan, Isnaini Ramadaniah, mengatakan kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan langsung dalam usaha. Selain mendapatkan praktik teknik memasak, peserta juga memperoleh wawasan dari instruktur dan sesama pelaku usaha serta informasi mengenai penggunaan aplikasi untuk mendukung proses pendaftaran sebagai juru masak profesional dan memperoleh sertifikat kompetensi.
Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada sertifikasi, tetapi mampu mendorong lahirnya pelaku kuliner yang semakin profesional, inovatif dan mampu memanfaatkan potensi lokal. Dengan penguatan kompetensi SDM, sektor kuliner di Aceh Tenggara diharapkan dapat ikut membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja serta memperkuat pergerakan ekonomi kreatif daerah.[]

Social Header