Breaking News

A. Malik Musa Bawa Semangat Aceh ke Kancah Nasional, Dikukuhkan sebagai Waketum I ASPANNI Pusat

JAKARTA | Tokoh asal Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum., dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum I Asosiasi Panti Asuhan Anak Indonesia (ASPANNI) Pusat. Pengukuhan kepengurusan ASPANNI Pusat dilakukan oleh Ketua Umum ASPANNI, Kiai Ahmad Suhari, berdasarkan susunan kepengurusan yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0002880.AH.01.07 Tahun 2026. 

Pengukuhan tersebut menjadi momentum awal bagi jajaran pengurus untuk memperkuat peran ASPANNI dalam membangun kemandirian dan pemberdayaan panti asuhan di seluruh Indonesia.

Dalam struktur kepengurusan yang dikukuhkan, A. Malik Musa, S.H., M.Hum. tercatat sebagai Wakil Ketua Umum I, mendampingi Kiai Ahmad Suhari selaku Ketua Umum. Jajaran Wakil Ketua Umum lainnya terdiri dari Tgh. Azhar Rasyidi, M.Pd. sebagai Waketum II, Dr. H. Husen, S.H., M.M., M.Si., M.H. sebagai Waketum III, Magdalena Ema Nunang sebagai Waketum IV, Muhammad Nasir sebagai Waketum V, Prof. Dr. H. Munawir K., M.A., M.H. sebagai Waketum VI, Jamhur sebagai Waketum VII, serta Romadlon H. Drs., M.M. sebagai Waketum VIII.

Kepengurusan tersebut juga diperkuat jajaran sekretariat dan bidang keuangan. Muh Rizal dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal, didampingi delapan Wakil Sekretaris Jenderal. Sementara Hasnah menjabat Bendahara Umum bersama tujuh Wakil Bendahara. Untuk jajaran pengawas, Muchtar Dian dipercaya sebagai Ketua Pengawas dan H. Yotserizal, S.Pd., M.Pd. sebagai Anggota Pengawas. Seluruh nama tersebut menjadi bagian dari struktur organisasi ASPANNI Pusat sebagaimana tercantum dalam keputusan Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, A. Malik Musa juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelantikan ASPANNI. Amanah tersebut menjadi bagian dari tanggung jawabnya dalam mengoordinasikan berbagai persiapan hingga pelaksanaan pengukuhan kepengurusan ASPANNI Pusat. Setelah prosesi pengukuhan, jajaran ASPANNI Pusat langsung melanjutkan agenda dengan membangun komunikasi dan sinergi bersama pemerintah pusat.

Agenda berikutnya dilakukan melalui audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan. Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi program budidaya tanaman pangan di lingkungan panti-panti asuhan di seluruh Indonesia. Program tersebut diarahkan agar panti asuhan tidak hanya berperan sebagai tempat pengasuhan, tetapi juga dapat menjadi lingkungan yang produktif melalui pemanfaatan lahan dan pengembangan kegiatan pertanian.

A. Malik Musa menyampaikan komitmennya untuk membawa pengalaman serta semangat pengabdian dari Aceh ke tingkat nasional melalui ASPANNI. Menurutnya, penguatan panti asuhan perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui pemberdayaan ekonomi dan pemanfaatan potensi yang tersedia di masing-masing panti. Budidaya tanaman pangan dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Melalui kepengurusan baru tersebut, ASPANNI Pusat diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya untuk memperkuat pemberdayaan panti asuhan di Indonesia. Bagi A. Malik Musa, amanah sebagai Waketum I bukan hanya tanggung jawab organisasi, tetapi juga kesempatan untuk membawa semangat Aceh dalam membangun gerakan sosial yang lebih luas, khususnya dalam menciptakan panti asuhan yang mandiri, produktif, dan mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

Ke depan, ASPANNI juga akan menggelar Jambore Nasional Anak Yatim se-Indonesia yang direncanakan berlangsung di Cibubur, Jawa Barat, dengan melibatkan ribuan anak yatim dari berbagai daerah di Indonesia. A. Malik Musa, S.H., M.Hum. dipercaya sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Jambore Nasional tersebut.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak yatim untuk berkumpul, bersilaturahmi, bergembira, sekaligus mengembangkan bakat dan kreativitas melalui berbagai perlombaan dan kegiatan positif. “Bukan hanya anak-anak kita yang perlu dijamborekan dan digembirakan, anak-anak yatim juga memiliki hak yang sama untuk merasakan kebahagiaan dan kebersamaan,” ujar Malik. Rencana kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Menko Pangan RI Zulkifli Hasan, termasuk dukungan penyediaan hadiah dan piala bagi para pemenang berbagai perlombaan yang akan digelar selama jambore.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini