KUTACANE | Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kembali digelar di Kabupaten Aceh Tenggara sebagai upaya meningkatkan asupan gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kegiatan berlangsung di Puskesmas Lawe Sigala-Gala, Senin (5/10/2026).
Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai konsumsi ikan sebagai sumber protein sangat penting dalam mendukung pertumbuhan anak sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mencegah stunting. “Hari ini kita bagikan 59,2 ton ikan. Terima kasih kepada Dinas Perikanan yang telah mendukung kegiatan ini. Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, khususnya bagi ibu hamil dan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Fakhry.
Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh Tenggara, Ny. Nurjanah Fakhry, turut menyampaikan apresiasi kepada Forikan Provinsi Aceh atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, program Gemarikan memiliki manfaat besar dalam mendorong masyarakat menjadikan ikan sebagai salah satu sumber protein utama dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
"Program ini sangat baik untuk mendukung pencegahan stunting. Ikan merupakan sumber protein yang tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan serta kesehatan,” ungkap Nurjanah. Ia juga mengingatkan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan dan meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan pelayanan yang kurang baik agar dapat segera diperbaiki.
Sementara itu, Fitri Yani yang mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh menjelaskan, sebanyak 59,2 ton ikan layang akan didistribusikan ke 16 kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara. Bantuan tersebut diharapkan dapat diterima dan disalurkan secara tepat sasaran, terutama kepada ibu hamil dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya mendukung lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.
Fitri Yani menambahkan, pemerintah juga membuka peluang untuk menyalurkan ikan air tawar seperti ikan mas apabila minat masyarakat terhadap komoditas tersebut cukup tinggi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan produk olahan ikan kepada penerima manfaat. Program Gemarikan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong kebiasaan makan ikan di tengah keluarga Aceh Tenggara sekaligus memperkuat upaya bersama menciptakan generasi emas yang sehat, kuat, dan bebas stunting.[]

Social Header