![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin |
BANDA ACEH | Dinas Pendidikan Aceh mengeluarkan imbauan darurat kepada seluruh satuan pendidikan di Aceh menyusul makin parahnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dalam video imbauan yang diterima asumsipublik.id, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin meminta setiap sekolah secara mandiri mempertimbangkan kondisi asap di lingkungan masing-masing dan berani mengambil keputusan meliburkan siswa jika kondisi sudah membahayakan.
“Kami menghimbau seluruh satuan pendidikan di Aceh mempertimbangkan dan memutuskan diselenggarakannya pembelajaran jarak jauh dengan meliburkan siswa jika dianggap asapnya sudah parah,” ujar Murthalamuddin dalam video tersebut.
Meski siswa diliburkan, Murthalamuddin menegaskan proses pembelajaran tidak boleh berhenti total. Guru dan tenaga kependidikan (Tendik) diminta tetap bekerja dari rumah (WFH) dan menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui WhatsApp Group maupun metode daring lainnya.
“Jika dianggap perlu bahwa sekolah diliburkan, tapi pembelajaran tidak boleh berhenti. Lakukan langkah-langkah yang memungkinkan anak-anak dapat belajar terus, jangan sampai mereka ketinggalan,” tegasnya.
Bagi sekolah yang masih memutuskan menggelar tatap muka, Disdik mewajibkan seluruh siswa dan guru memakai masker.
Selain itu, jika keputusan meliburkan sekolah diambil, pihak sekolah diminta segera memberitahukan kepada orang tua siswa agar dapat mengawasi anak di rumah, menyediakan fasilitas belajar, serta memastikan anak tidak berkeliaran di luar pada jam sekolah.
Pihaknya juga menyebutkan surat edaran resmi dari Gubernur Aceh terkait penanganan dampak asap Karhutla di sektor pendidikan akan segera diterbitkan. Sambil menunggu edaran tersebut, sekolah diminta bertindak cepat sesuai kondisi di wilayah masing-masing.[]

Social Header