BIREUEN | Dinas Sosial Kabupaten Bireuen turun langsung ke Gampong Meunasah Tambo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, untuk menyisir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian serta bantuan sosial. Jum'at (16/10/26).
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Sosial menyalurkan bantuan berupa kursi roda dan sembako kepada warga yang membutuhkan. Petugas juga melakukan identifikasi terhadap penyandang disabilitas untuk menelusuri kesesuaian data kesejahteraan sosial dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Alfian, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi dari Zulfikar, media Patroli Sergap News, mengenai kondisi warga yang membutuhkan bantuan dan perhatian pemerintah.
Begitu menerima informasi, kami langsung turun untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung dan memastikan bantuan yang dibutuhkan dapat disalurkan. Kami juga menyampaikan salam dari Bapak Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., yang semula berencana ikut bersama kami. Namun, karena ada agenda lain, beliau belum dapat hadir,” ujar Alfian.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu memenuhi kebutuhan para penerima manfaat. Alfian juga mendoakan agar warga yang sedang sakit diberikan kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani proses pemulihan.
Salurkan Bantuan kepada Warga yang Membutuhkan
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Sosial menyerahkan bantuan kursi roda dan sembako kepada Nuraini (60), warga yang mengalami stroke. Selain itu, bantuan tongkat walker juga diberikan untuk membantu mobilitas penerima manfaat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga serta mendukung aktivitas mereka sesuai dengan kondisi masing-masing.
Dinsos Telusuri Data Kesejahteraan Penyandang Disabilitas
Selain menyalurkan bantuan, Dinas Sosial turut melakukan identifikasi terhadap Yunifar (39), seorang penyandang disabilitas yang berdasarkan informasi awal tercatat dalam kelompok desil kesejahteraan tinggi.
Berdasarkan identifikasi awal, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pencatatan Yunifar dalam satu kartu keluarga (KK) bersama bibinya, yang berperan sebagai pengampu dan dinilai mampu secara ekonomi.
Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Sosial untuk ditelusuri lebih lanjut guna memastikan data kesejahteraan yang tercatat dapat mencerminkan keadaan sosial ekonomi yang sebenarnya.
Alfian menyampaikan bahwa persoalan data tersebut akan ditindaklanjuti melalui verifikasi dan koordinasi dengan pihak terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian data administrasi dengan kondisi faktual di lapangan serta mendorong pemutakhiran data sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Perkuat Koordinasi Pelayanan Sosial
Kegiatan tersebut turut didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Faizah, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta keuchik setempat.
Sinergi antara Dinas Sosial, pendamping sosial, dan pemerintah gampong diharapkan dapat memperkuat identifikasi kebutuhan masyarakat serta memastikan tindak lanjut pelayanan sosial berjalan sesuai kebutuhan warga.
Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kabupaten Bireuen berupaya memastikan masyarakat yang membutuhkan perhatian memperoleh pelayanan, sementara persoalan ketidaksesuaian data kesejahteraan dapat ditelusuri melalui proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.[]

Social Header