ACEH | Prof. Adjunct Dr. Marniati, S.E., M.Kes., menyerukan pentingnya memperkuat persatuan umat Islam, merawat kerukunan, serta membangun gerakan dakwah yang berlandaskan kasih sayang dan persaudaraan. Pesan tersebut disampaikannya dalam momentum Muzakarah Internasional Tauhid Sufi 2026, yang diharapkan menjadi ruang mempererat ukhuwah Islamiyah dan menyatukan langkah umat Islam di Nusantara hingga tingkat dunia.
Menurut Prof. Marniati, umat Islam memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persaudaraan sebagai sesama umat Rasulullah SAW. Perbedaan pandangan, pemikiran, maupun metode dakwah hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, merendahkan, atau mempertajam perselisihan. Sebaliknya, perbedaan perlu disikapi dengan kedewasaan, saling menghormati, serta mengedepankan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kedamaian dan kasih sayang.
Sudah saatnya kita memperkuat persatuan. Kita adalah umat Rasulullah SAW. Jangan sampai perbedaan pandangan dan jalan dakwah membuat kita saling menjauh, saling menuding, bahkan melemahkan satu sama lain. Mari kita duduk bersama, saling menguatkan, dan berjalan berdampingan untuk kemaslahatan umat,” ujar Prof. Marniati.
Ia mengajak organisasi Islam, majelis ilmu, ulama, akademisi, serta berbagai kelompok dakwah untuk memperluas ruang dialog dan kerja sama. Menurutnya, setiap elemen umat memiliki potensi dan kontribusi yang dapat saling melengkapi, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam, pembinaan generasi muda, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan sosial. Persatuan tidak mengharuskan semua pihak memiliki pandangan yang sama, tetapi menuntut komitmen untuk menjaga adab, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Prof. Marniati juga mengingatkan bahwa tantangan ekonomi, sosial, dan kehidupan keluarga membutuhkan perhatian bersama. Dalam kondisi tersebut, dakwah Islam diharapkan mampu menghadirkan ketenangan, pencerahan, dan solusi nyata bagi masyarakat. Ulama, tokoh agama, akademisi, serta pemimpin organisasi Islam perlu mengambil peran melalui keteladanan, pendidikan, kepedulian sosial, dan penguatan akhlak generasi muda. Baginya, kekuatan umat tidak semata-mata diukur dari besarnya organisasi atau jumlah pengikut, tetapi juga dari kemampuan menebarkan manfaat dan menjaga kehormatan sesama.
“Kalau umat Islam bersatu dalam kebaikan, saling menguatkan, dan bekerja bersama, insyaallah kita akan menjadi umat yang lebih kuat dan bermartabat. Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan, memperbanyak amal saleh, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa semangat persatuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar menjadi slogan dalam forum keagamaan. Kasih sayang, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial harus menjadi fondasi gerakan dakwah yang berkelanjutan.
Menutup pesannya, Prof. Marniati menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Muzakarah Internasional Tauhid Sufi 2026. Ia berharap forum tersebut tidak hanya memperkuat dimensi keilmuan dan spiritual, tetapi juga melahirkan kerja sama nyata antarelemen umat Islam.
Pesan khususnya jelas: hentikan budaya saling menuding, jangan biarkan perbedaan memutus persaudaraan, dan satukan langkah dalam kebaikan. Dengan ukhuwah Islamiyah yang terawat, umat diharapkan semakin kokoh dalam membangun kehidupan yang damai, bermartabat, dan membawa kemaslahatan bagi bangsa serta kemanusiaan.[]

Social Header