BANDA ACEH | Kabar membanggakan datang dari lingkungan TNI Angkatan Darat. Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Mahesa Fitriadi, S.A.P., putra kelahiran Kabupaten Pidie, Aceh, disebut mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM). Penunjukan tersebut menjadi sorotan karena membuka peluang bagi perwira tinggi asal Aceh itu untuk menyandang pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI atau jenderal bintang dua, sesuai ketentuan yang berlaku.
Mahesa Fitriadi lahir di Kota Bakti, Kabupaten Pidie, pada 28 Oktober 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995 dari kecabangan Infanteri dan menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Banda Aceh. Sepanjang perjalanan kariernya, Mahesa dikenal memiliki pengalaman dalam bidang intelijen, operasi, serta pembinaan teritorial yang menjadi bagian penting dalam pengabdiannya di lingkungan TNI AD.
Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Komandan Detasemen Intelijen Kodam Iskandar Muda, Dandim 0104/Aceh Timur, Dandim 0101/BS Banda Aceh, hingga Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda. Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kepala Staf Korem 061/Surya Kencana, Paban V/Pam Sintel TNI, serta Komandan Satuan Intelijen Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Pengalaman lintas jabatan tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas kepemimpinan di lingkungan militer.
Pada Februari 2026, Mahesa kembali mendapat penugasan di Aceh sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam Iskandar Muda. Ia mengikuti serah terima jabatan pada 11 April 2026 di Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh. Dalam penugasannya di Aceh, Mahesa juga terlibat dalam sejumlah kegiatan pembinaan teritorial dan kemasyarakatan, termasuk penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kabupaten Aceh Barat Daya pada Mei 2026.
Apabila penunjukan tersebut terealisasi, Mahesa Fitriadi akan mengemban tanggung jawab besar dalam memimpin Kodam Iskandar Muda, memperkuat profesionalisme prajurit, serta menjaga sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Bagi masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Pidie, kabar ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus harapan agar kepemimpinan baru dapat memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Namun, kepastian penunjukan serta jadwal resmi serah terima jabatan tetap perlu menunggu konfirmasi dari pihak berwenang. Semoga amanah tersebut membawa kebaikan bagi Aceh, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.[]

Social Header