BIREUEN | Ada kebahagiaan yang tidak selalu datang ketika kita menerima. Terkadang, kebahagiaan justru hadir saat kita mampu memberi dan melihat senyum tumbuh di wajah orang lain. Prinsip inilah yang menghidupkan langkah kebaikan di Gampong Krueng Beukah pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Hari itu, SMK Negeri 1 Peusangan bersama Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Aceh hadir langsung di tengah masyarakat Gampong Krueng Beukah untuk menyalurkan bantuan kepada 91 kepala keluarga yang terdampak musibah banjir.
Paket bantuan berupa beras, minyak makan, dan gula tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dari HIPKA Pusat yang disalurkan melalui HIPKA Aceh. Gampong Krueng Beukah dipilih karena wilayah ini merupakan salah satu yang paling parah diterjang banjir tahun lalu, sementara hingga kini perhatian dan uluran tangan yang sampai kepada warga masih relatif terbatas.
Tak hanya kebutuhan pokok, gelombang kepedulian juga hadir dari Kampus Al Muslim Bireuen yang menyumbangkan satu unit sumur bor. Bantuan ini menjadi sangat krusial dan bermakna mendalam, mengingat akses air bersih di gampong tersebut masih belum sepenuhnya lancar.
Bagi keluarga besar SMK Negeri 1 Peusangan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas menyalurkan bantuan sosial. Lebih dari itu, aksi ini menjelma menjadi ruang kelas kehidupan yang sesungguhnya.
Ketika anak-anak turun langsung ke tengah masyarakat, mereka belajar bahwa kepedulian bukan sekadar rangkaian kata. Mereka membuktikan bahwa Pramuka bukan hanya tentang baris-berbaris dan berkemah di alam terbuka, tetapi tentang kemanusiaan, gotong royong, menumbuhkan empati, dan keberanian untuk hadir ketika sesama sedang diuji.
Apiasi dan rasa terima kasih yang mendalam disampaikan kepada HIPKA Pusat, HIPKA Aceh, Kampus Al Muslim Bireuen, serta seluruh pihak yang telah membuka ruang bagi keluarga besar SMK Negeri 1 Peusangan untuk ikut ambil bagian dalam aksi berbagi ini.
Semoga setiap butir beras yang sampai ke dapur warga, setiap tetes air jernih dari sumur yang dibangun, dan setiap tetes tenaga yang diberikan, menjadi amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir.
Karena pada akhirnya, sejatinya pendidikan terbaik adalah ketika ilmu mampu melahirkan kepedulian, dan kepedulian tersebut mewujud nyata dalam sebuah tindakan. [At]


Social Header