BIREUEN | Suasana halaman Mapolres Bireuen, Sabtu (9/8/2025) pagi, berbeda dari biasanya. Keriuhan tawa anak-anak SDN 17 Peusangan terdengar riang, menyambut hangat kehadiran polisi berseragam yang hari itu bukan datang untuk menilang atau menertibkan jalanan, melainkan untuk menjadi sahabat mereka.
Program Polisi Sahabat Anak yang digelar Satlantas Polres Bireuen menjadi momen istimewa bagi puluhan siswa sekolah dasar ini. Di bawah bimbingan Kanit Kamsel Aipda Hidayat Varulian dan Brigadir Fira Siva Nabilla, anak-anak duduk melingkar, mata mereka berbinar saat melihat papan bergambar rambu lalu lintas yang berwarna-warni.
“Kalau lampu merah artinya apa, adik-adik?” tanya Aipda Hidayat dengan senyum ramah. Serempak, mereka menjawab, “Berhenti, Pak!”—suara kecil mereka memecah udara pagi, penuh percaya diri.
Tak hanya belajar teori, anak-anak juga diajak berkeliling melihat langsung ruang pelayanan di Polres Bireuen. Ada yang tampak kagum saat melihat tempat pembuatan SKCK, ada pula yang tersenyum malu-malu saat menyapa polisi di SPKT.
Bagi sebagian anak, ini adalah pertemuan pertama mereka dengan polisi dari jarak sedekat itu. Rasa takut yang biasanya melekat pada sosok berseragam pun perlahan tergantikan oleh rasa nyaman. Mereka kini melihat polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pelindung dan sahabat yang peduli keselamatan mereka di jalan.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan kesadaran sejak dini bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Hari ini mereka belajar, kelak mereka yang akan menjadi pelopor,” tutur Aipda Hidayat.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama, namun yang lebih berharga dari sekadar gambar adalah memori dan pelajaran yang melekat di hati anak-anak. Mereka pulang dengan senyum lebar, membawa cerita bahwa hari ini, mereka bertemu sahabat baru—seorang polisi yang mengajarkan arti berhenti, hati-hati, dan maju dengan selamat, bukan hanya di jalan, tapi juga dalam perjalanan hidup mereka.
Sumber : Sandi Humas
Editor : Redaksi

Social Header