Breaking News

Jeritan Nasabah Dibalik Intervensi Tunggakan SPP PNPM Jeunieb

BIREUEN | Tersisa Rp120 juta dari Nasabah, Tunggakan Dana PNPM Jeunieb butuh perhatian dan kehadiran Pemerintah Kabupaten Bireuen. Fakrurazi, Jeritan dan derita Nasabah perlu perhatian Pemerintah serta pendekatan hati nurani," Bukan Ancaman maupun Intervensi, Selasa (9 Desember 2025) 

Ketua pengelola Dana Simpan Pinjam PNPM Mandiri Kecamatan Jeunieb, Anwar menyampaikan," Selain dimaki-maki hingga ancaman, sebagian besar peminjam masyarakat tidak berkemapuan untuk melunasi. Saat menagih pernah kami juga diteror dan disumpah serapah oleh beberapa Nasabah. 

Setoran pengembalian SPP PNPM Kecamatan Jeunieb menunggak diawali bencana COVID-19 dengan kondisi terisolasi dan keterbatasan ruang gerak ekonomi, sebagian besar nasabah tidak dapat melunasi sisa angsuran. Tidak ada Dana yang di Pengelola hingga hari ini," Sisa tunggakan masih di pihak peminjam (Nasabah) selebihnya berada di APH dalam hal ini Kejaksaan Negeri Bireuen, kata Kamis (4/12) 

Sementara, Fakhrurrazi menyebutkan, sisa tagihan dana simpan pinjam PNPM yang masih menunggak di nasabah, memerlukan adanya pendekatan dengan perimbangan Hati Nurani." Tidak mesti dengan Intervensi, ancaman dan seumpamanya baik dari pihak pengelola maupun APH, 

Nilai pinjaman yang masih tersisa pada setiap Nasabah jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah setoran yang telah dikembalikan. Sangat tidak berprikemanusiaan sekiranya sampai terjadi penyitaan Anggunan yang dicagarkan dalam bentuk Aset berupa Rumah ataupun tanah kebun dari setiap Nasabah, sebut Keuchik Meunasah Blang. 

Ernawati 50 tahun salah satu Nasabah dari Gampong Blangme Barat mengungkapkan, saya meminjam Dana SPP PNPM sebanyak dua kali, pertama sebesar Rp5.000.000 telah lunas dan kaki kedua dengan besaran pinjaman Rp8.000.000. Pasca bencana Covid-19 pengembalian pinjaman mulai menunggak dikarenakan terisolasi dan keterbatasan ruang gerak ekonomi ketika itu. 

Tunggakan itu bukan keseluruhan, dikarenakan angsuran pertama telah terpotong saat melakukan pencairan dan pernah melakukan setoran hingga beberapa kali, namun bukti salinan telah hilang dibawa banjir dalam bencana di awal tahun melakukan pinjaman, sebut Ernawati. 

Dengan kondisi hari ini yang sakit-sakitan dan tanggungan dua anak masih bersekolah (SLTP dan SLTA) yang ditinggal mati suami." Sangat tidak mungkin bagi kami menyisihkan uang untuk setoran pelunasan pinjaman. Meskipun demikian, niat membayar itu tetap ada, cuma kondisi perekonomian kami yang belum mendukung. 

Pernah kami dipanggil ke Meunasah (Balai Desa) dan ke Kantor Camat Jeunieb berkaitan tunggakan pinjaman, dimana ketika itu turut dihadiri pihak Kejaksaan dan pengelola. Dalam pembahasan turut disinggung tentang penyitaan Aset (Sertifikat Tanah) Anggunan, sekiranya itu dilakukan." Kemana keluarga kami menopang hidup, sedangkan tanah dan rumah yang kami tempati pun adalah warisan dari orang tua, ungkap Janda paruh baya itu. 

Sementara, Nurmasyitah 55 Tahun Nasabah dari Gampong Meunasah Blang menyampaikan, saya meminjam uang dari SPP PNPM sebesar Rp. 2.000.000 untuk jangka pelunasan hingga satu tahun. Dana tersebut digunakan untuk penambahan modal usaha jualan makanan di kantin sekolah. 

Dalam perjalanan pinjaman tersebut telah kami kembalikan sebanyak 7 (Tujuh) kali setoran dan masih tersisa sejumlah Rp. 906.000 berupa tunggakan, pun demikian saya berjanji akan melunasi dan hingga hari ini ada sebagiannya yang telah saya persiapkan untuk setoran melalui Keuchik Gampong, sebut Nurmasyitah.

Sumber : Jw
Editor    : Redaksi

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini