BIREUEN | Dua sosok mayat laki-laki ditemukan tertimbun lumpur pascabanjir di Desa Lawang, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Penemuan tersebut langsung ditangani oleh jajaran Polsek Peudada bersama tim medis serta unsur SAR, Senin, 8 Desember 2025.
Kapolsek Peudada Iptu Supratman menyebutkan bahwa penemuan pertama terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat seorang warga setempat, Martunus (19), hendak mengecek kebun sawit miliknya pascabanjir. Di lokasi, saksi melihat sesosok tubuh manusia yang terjebak lumpur dan material kayu, disertai bau menyengat. Karena masih ragu, saksi pulang dan melaporkan temuannya kepada ayahnya, Fajri Idris.
Perangkat desa kemudian melakukan musyawarah dan pada Senin pagi bersama warga menuju lokasi untuk memastikan temuan tersebut. Setelah dipastikan bahwa sosok tersebut adalah mayat manusia, perangkat desa melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Peudada.
Mendapatkan laporan, Polsek Peudada berkoordinasi dengan Puskesmas Peudada dan Tim SAR Bireuen untuk melaksanakan proses evakuasi. Saat evakuasi mayat pertama berlangsung, tim menerima informasi bahwa sekitar satu kilometer dari titik penemuan pertama ditemukan satu sosok mayat lainnya.
Petugas gabungan yang terdiri dari personel Polsek Peudada, Koramil Peudada, BPBD/SAR Bireuen, perangkat desa, keluarga, dan masyarakat Lawang segera melakukan evakuasi kedua.
Dugaan sementara, kedua mayat tersebut merupakan warga yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat banjir besar yang melanda Kecamatan Peudada pada 26 November 2025.
Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med., Kom., membenarkan penanganan penemuan tersebut dan menyampaikan bahwa proses identifikasi masih berlangsung.
“Setelah evakuasi dilakukan, kedua jenazah dibawa ke RSUD Bireuen untuk proses identifikasi lebih lanjut. Kami memastikan seluruh prosedur dilakukan secara cermat agar bisa memberikan kejelasan bagi keluarga korban,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan pascabencana.
“Situasi pascabanjir memerlukan respons cepat dan terukur. Kami bersama TNI, pemerintah daerah, SAR, serta masyarakat terus bekerja untuk memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secepat mungkin,” ungkapnya.
Hingga kini, pihak Polsek Peudada masih melakukan pendataan serta menunggu hasil identifikasi dari pihak RSUD Bireuen.
Editor : Redaksi

Social Header