Breaking News

Akhyar Kamil Kecam Keras Panitia Mubes PP TIM: Jangan Batasi Warga Aceh, Ada Apa di Balik Aturan Ini?

JAKARTA | Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil, mengecam keras sikap panitia Musyawarah Besar (Mubes) PP TIM yang dinilai membatasi kehadiran warga Aceh pada agenda Mubes yang dijadwalkan berlangsung 22 Agustus 2026 di Aula Masjid DPR RI, Jakarta.

Menurut Akhyar, pembatasan hanya untuk pemilih, peninjau, dan undangan resmi telah memunculkan kekecewaan di kalangan masyarakat Aceh di perantauan.

Akhyar menilai kebijakan tersebut bertolak belakang dengan semangat organisasi yang selama ini mengusung kepedulian terhadap masyarakat Aceh di rantau. Ia mempertanyakan alasan panitia menutup ruang kehadiran masyarakat Aceh secara lebih luas dalam forum yang dinilai memiliki arti penting bagi kebersamaan dan masa depan organisasi.

"Jangan masyarakat Aceh di rantau hanya dibutuhkan ketika ada kepentingan tertentu, tetapi saat ada agenda besar seperti Mubes justru dibatasi. Ada apa dengan panitia?” ujar Akhyar. 

Ia menyebut sejumlah tokoh Aceh di Jakarta telah menghubunginya, bahkan ada yang datang langsung ke kediamannya untuk menyampaikan kekecewaan terhadap kebijakan panitia tersebut.

Akhyar juga menyoroti munculnya dugaan bahwa kebijakan pembatasan peserta berpotensi menguntungkan pihak atau calon tertentu. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut harus dijawab secara terbuka oleh panitia agar tidak berkembang menjadi prasangka yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Mubes.

Ia meminta panitia Mubes PP TIM bersikap transparan, adil, dan tidak menutup ruang silaturahmi masyarakat Aceh di Jakarta. Menurutnya, Mubes seharusnya menjadi momentum memperkuat persatuan, bukan justru melahirkan sekat dan kecurigaan. 

“Kalau memang tidak ada keberpihakan, buka aturan itu secara jelas kepada publik dan pastikan Mubes berjalan demokratis, terbuka, serta bermartabat,” tegas Akhyar.


© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini