Breaking News

Waled Nuruzzahri Wakili Aceh di AHWA Muktamar NU, Raih Suara Terbanyak Kedua Nasional

Foto Ist. Bersama Ulama Anggota AHWA dari Kiri ke kanan, KH. Nurul Huda Djazuli, Waled Nuruzzahri, Dr. KH. Baharuddin HS, MA,  KH. Miftachul Akhyar, KH. Afifuddin Muhajir, KH. Anwar Iskandar, KH. Anwar Manshur, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, Dr. KH. Abun Bunyamin. Minggu, 30 Agustus 2026 di Lokasi Muktamar NU ke 35 Joimbang, Jawa Timur.

JOMBANG | Ulama Kharismatik Aceh, Tgk. KH. Nuruzzahri Yahya atau yang akrab disapa Waled NU, terpilih sebagai anggota Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA) pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27–31 Agustus 2026. Dalam rekapitulasi nasional hasil tabulasi usulan calon AHWA, Waled Nuruzzahri meraih 477 suara, sekaligus menempati posisi terbanyak kedua secara nasional.

Rekapitulasi tersebut merupakan hasil akumulasi suara dari enam bilik atau panel tabulasi selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Dari 34 nama ulama yang diusulkan muktamirin, total suara yang masuk mencapai 4.703 suara, kemudian sembilan ulama dengan perolehan suara tertinggi ditetapkan sebagai anggota AHWA.

Waled Nuruzzahri hanya terpaut delapan suara dari KH. Nurul Huda Djazuli yang menempati posisi pertama dengan 485 suara. Perolehan 477 suara tersebut sekaligus mengantarkan ulama asal Aceh itu masuk dalam jajaran sembilan anggota AHWA yang ditetapkan dalam Muktamar NU ke-35.

Terpilihnya Waled Nuruzzahri menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aceh. Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa ulama Aceh mendapat tempat dalam forum penting NU di tingkat nasional, sekaligus membuka ruang bagi Aceh untuk ikut memberikan pandangan dalam menentukan arah perjalanan organisasi ke depan.

AHWA memiliki peran penting dalam mekanisme Muktamar NU, termasuk dalam proses pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dengan demikian, keterpilihan Waled Nuruzzahri tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga menempatkan ulama Aceh dalam salah satu forum penting yang ikut menentukan arah kepemimpinan NU.

Selain Waled Nuruzzahri, delapan ulama lainnya yang memperoleh suara tertinggi dan ditetapkan sebagai anggota AHWA yakni KH. Nurul Huda Djazuli dengan 485 suara, AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA 392 suara, KH. Miftachul Akhyar 350 suara, KH. Afifuddin Muhajir 339 suara, KH. Anwar Iskandar 326 suara, KH. Anwar Manshur 303 suara, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj 273 suara dan Dr. KH. Abun Bunyamin, MA 268 suara.

Terpilihnya Waled Nuruzzahri dengan 477 suara atau terbanyak kedua dari 34 calon secara nasional membawa nama Aceh dalam jajaran ulama yang duduk di AHWA Muktamar ke-35 NU. Kehadiran Waled NU di jajaran AHWA sekaligus membawa suara dan pandangan ulama Aceh dalam forum yang memiliki peran strategis bagi perjalanan Nahdlatul Ulama ke depan.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini