Breaking News

Bantah Tudingan Tak Peduli, Kepala SMAN 1 Peudada Curhat Kedekatan Emosional dengan Sekolah Tempatnya Dibesarkan

Fadli, S.Pd.M.M [ Kepala SMA Negeri 1 Peudada ]

BIREUEN | Dinamika dunia pendidikan kembali mencuri perhatian publik. Di balik gerbang SMA Negeri 1 Peudada, sebuah gelombang kejut mendadak menyapa hari-hari awal kepemimpinan sang kepala sekolah yang baru, Fadli, S.Pd., M.M. Jum'at (21/8/26)

​Masa kepemimpinannya yang baru seumur jagung tiba-tiba diuji oleh aksi mogok belajar yang dilakukan oleh para siswa-siswinya. Tak hanya itu, situasi kian runyam tatkala sejumlah media online melayangkan pemberitaan miring yang menyebutnya tidak peduli terhadap berbagai kegiatan anak-anak didiknya.

​Mendengar tudingan tersebut, Fadli tak tinggal diam. Di balik ketegasannya sebagai seorang pemimpin, terselip rasa cinta, keterkejutan, sekaligus kegetiran yang mendalam.

​Ikatan Emosional yang Tak Terpisahkan

​Saat ditemui langsung oleh AsumsiPublik.com, Fadli tak kuasa menyembunyikan perasaan emosionalnya. Jabatan sebagai kepala sekolah memang menempatkan tanggung jawab moral yang besar di pundaknya. Namun, ada satu ikatan batin yang jauh lebih kuat dan personal: ia adalah darah daging asli dari SMAN 1 Peudada.

​"Pemberitaan di media online yang menyebutkan saya tidak peduli tentang kegiatan anak-anak itu sangat keliru. Saya sendiri merupakan alumni SMA Negeri 1 Peudada," ungkap Fadli dengan nada penuh ketulusan.

​Bagi Fadli, sekolah tersebut bukan sekadar tempat menunaikan tugas administratif atau mencari penghidupan. SMAN 1 Peudada adalah rumah tempat ia dulu dibentuk, belajar, dan merajut mimpi masa remaja. Tudingan miring yang menyebutnya abai tentu melukai dedikasinya sebagai bagian dari keluarga besar almamater tercinta.

​Dua pilar utama yang kini diembannya meliputi:

​Tanggung Jawab Profesional: Sebagai kepala sekolah baru yang bertekad membawa angin perubahan dan kemajuan nyata bagi mutu pendidikan.

​Tanggung Jawab Moral Alumni: Sebagai bagian dari angkatan terdahulu yang terpanggil jiwa raganya untuk menjaga kehormatan dan keharmonisan sekolah.

​Rangkulan Hangat dan Pesan untuk Sang Buah Hati Sekolah

​Alih-alih merespons dengan kemarahan, Fadli memilih jalan seorang pendidik sejati. Ia merangkul para siswanya dengan kelembutan, layaknya seorang kakak atau orang tua kandung yang ingin menyelamatkan masa depan anak-anaknya.

​Di tengah badai informasi yang simpang siur, ia menitipkan pesan yang menyentuh hati agar para siswa tidak terseret arus provokasi:

​Kembali ke Kelas: Siswa diimbau untuk fokus belajar dengan giat dan tidak menyia-nyiakan waktu emas pendidikan mereka demi hal-hal yang tidak produktif.

​Saring Sebelum Sharing: Jangan mudah termakan oleh isu-isu tidak jelas dari pihak luar yang justru bertujuan memperkeruh suasana proses belajar mengajar.

​Jaga Kedamaian Almamater: Menjaga kondusifitas sekolah adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi muda Peudada sendiri.

​Kini, di bawah kepemimpinan seorang kepala sekolah berjiwa alumni, asa baru kembali dibentangkan. Fadli berharap kesalahpahaman ini segera mencair, agar seluruh warga sekolah bisa kembali bergandengan tangan, merajut harmoni, dan mengukir prestasi gemilang demi kejayaan SMAN 1 Peudada.[AT]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini