Breaking News

Amiruddin Idris–Ilmiza Dilantik Pimpin PPP Aceh 2026–2031, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029 Dimula

BANDA ACEH | Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Aceh bersama jajaran DPC PPP se-Aceh periode 2026–2031 dijadwalkan dilantik pada Sabtu malam (19/9/2026) di Ballroom Anggun Muraya Hotel Aceh, Banda Aceh. Pelantikan tersebut akan dilakukan oleh Ketua Umum DPP PPP, H. Muhammad Mardiono, B.A., sekaligus menandai dimulainya periode kepengurusan baru PPP Aceh lima tahun ke depan.

Dalam struktur baru, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si. kembali dipercaya sebagai Ketua DPW PPP Aceh, didampingi H. Ilmiza Sa’aduddin Djamal, M.B.A. sebagai Sekretaris Wilayah dan Zubir Muhammad sebagai Bendahara Wilayah. Ketiganya menjadi poros utama konsolidasi PPP Aceh periode 2026–2031, dengan agenda penguatan organisasi, kaderisasi, serta persiapan menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Pelantikan tersebut mengangkat tema “Memperkuat Pengabdian, Mewujudkan Aceh yang Islami, Maju dan Bermartabat.” Tema itu sejalan dengan arah kerja PPP Aceh yang menempatkan pengabdian kepada masyarakat, penguatan nilai keislaman, serta pembangunan daerah sebagai bagian dari agenda politik dan organisasi. Prosesi pelantikan juga menjadi rangkaian lanjutan dari Rakerwil PPP Aceh yang digelar pada 18–19 September 2026.

Amiruddin sebelumnya menegaskan seluruh kader PPP Aceh harus langsung bergerak setelah pelantikan dan tidak berhenti pada seremoni organisasi. Ia membawa semangat “hana so keunek publa”, yakni dorongan agar kader terus bekerja, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memperkuat struktur hingga ke seluruh kabupaten/kota. Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi modal utama dalam menyiapkan PPP Aceh menghadapi Pemilu 2029.

Sementara itu, Ilmiza Sa’aduddin Djamal kembali dipercaya mendampingi Amiruddin sebagai sekretaris wilayah. Pengalaman panjang Ilmiza dalam struktur PPP dan lembaga legislatif diharapkan menjadi salah satu kekuatan untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat koordinasi antara struktur partai dan kader di parlemen. PPP Aceh juga mendorong regenerasi dengan memberi ruang lebih besar bagi kader muda dan tokoh daerah untuk ikut membesarkan partai.

Pelantikan oleh Mardiono malam ini juga menjadi momentum bagi PPP Aceh untuk mempererat hubungan antara DPP, DPW, dan DPC se-Aceh. Setelah kepengurusan resmi dikukuhkan, agenda konsolidasi diarahkan pada penataan organisasi, penguatan basis masyarakat, penjaringan kader potensial, serta penyusunan strategi politik yang lebih terukur dan terorganisasi menjelang Pemilu 2029.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, Amiruddin Idris dan Ilmiza bersama seluruh jajaran PPP Aceh diharapkan dapat membawa organisasi bergerak lebih solid dan aktif hadir di tengah masyarakat.

PPP Aceh menempatkan periode 2026–2031 sebagai fase penguatan kembali basis partai, sekaligus membangun kerja politik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, pembangunan daerah, dan pengabdian yang berkelanjutan.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini