Breaking News

Ketum Mardiono: PPP Harus Hadir Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat, Bukan Sekadar Slogan

BANDA ACEH |  Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Muhammad Mardiono, B.A., menegaskan bahwa perjuangan politik PPP tidak boleh berhenti pada slogan dan seremoni organisasi. Menurutnya, seluruh kader harus memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat melalui kerja nyata yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Pesan tersebut disampaikannya dalam rangkaian pelantikan DPW PPP Aceh dan DPC PPP se-Aceh periode 2026–2031 di Banda Aceh, Sabtu (19/9/2026).

Mardiono mengatakan PPP harus mampu mengambil bagian dalam proses pembangunan melalui kerja bersama pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, dan berbagai elemen lainnya. Ia menekankan bahwa keberadaan partai politik memiliki tanggung jawab sosial yang besar, terutama dalam mendorong perubahan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. “Kesejahteraan rakyat tidak boleh hanya menjadi slogan. Harus ada implementasi dan pelaksanaannya. PPP harus hadir di tengah-tengah rakyat dan bekerja bersama untuk menuju perubahan yang membuat masyarakat lebih sejahtera,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh jajaran PPP, mulai dari tingkat wilayah, cabang, anak cabang hingga ranting, segera menuntaskan agenda konsolidasi organisasi. Menurut Mardiono, kesiapan struktur menjadi salah satu pekerjaan penting karena tahapan menuju Pemilu 2029 akan mulai semakin intensif sejak 2027, termasuk persiapan verifikasi sebagai calon peserta pemilu, pemenuhan administrasi organisasi, hingga proses rekrutmen calon legislatif.

Mardiono menyebut konsolidasi PPP secara nasional terus berjalan dan menunjukkan perkembangan positif. Musyawarah wilayah telah digelar di berbagai daerah, disusul pembentukan dan penguatan struktur di tingkat cabang serta kecamatan. Ia berharap seluruh proses konsolidasi dapat dituntaskan sesuai target agar mesin organisasi siap bekerja menghadapi tahapan politik berikutnya. Menurutnya, kedewasaan organisasi juga terlihat dari proses musyawarah yang secara umum dapat berlangsung dengan minim konflik.

Dalam arahannya kepada pengurus PPP Aceh yang baru dilantik, Mardiono mengingatkan bahwa kompetisi politik tetap harus dijalankan dalam koridor persaudaraan, etika, dan tanggung jawab. Jabatan politik, menurutnya, bukan sekadar posisi kekuasaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, ia meminta kader menjaga integritas, menghindari perpecahan, dan tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam menjalankan tugas-tugas politik.

Mardiono menutup pesannya dengan mengajak seluruh pengurus PPP Aceh menjadikan masa kepengurusan baru sebagai momentum memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap PPP Aceh mampu membangun organisasi yang solid, memperluas konsolidasi hingga akar rumput, serta ikut menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata.

"Kita ingin PPP menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan kesejahteraan rakyat Aceh. Amanah ini harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang kita yakini,” pungkasnya.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini