ACEH SELATAN | Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kluet Timur melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan dan edukasi bagi peserta didik di SMP Negeri 1 Kluet Timur (25/09/2026) kegiatan ini dipusatkan di Mushalla Sekolah.
Kegiatan yang mengusung tagline “Penyuluh Saweu Sikula” tersebut mengangkat tema “Narkoba, Pergaulan Bebas dan Bullying Musuh Kita Bersama” sebagai bagian dari upaya bersama dalam membentengi generasi muda dari berbagai persoalan sosial dan perilaku negatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampak negatif pergaulan bebas, serta pentingnya mencegah dan menghentikan tindakan bullying. Penyuluhan juga menekankan pentingnya membangun pergaulan yang sehat, saling menghargai, menjaga akhlak, serta berani mengambil sikap untuk mengatakan tidak terhadap narkoba dan perilaku yang dapat merusak masa depan.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kluet Timur semua aktif dalam kegiatan tersebut terdiri dari Anis Syahputra, S.HI, Samsul Rijal, S.Fil.I, Suhaibah, S.Ag, Dina Yunadiya Yusda, S.Sos.I, dan Efry Harmalisa, S.HI. dan turut dihadiri kepala KUA Kecamatan Kluet Timur.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak SMP Negeri 1 Kluet Timur yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah, Ibu Saimah, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kepedulian Penyuluh Agama Islam KUA Kluet Timur yang telah turun langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi kepada para siswa.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting karena pendidikan bagi generasi muda tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak dan kemampuan siswa dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan di era digital.
Kepala KUA Kecamatan Kluet Timur, Donny, S.Ag., dalam arahannya menyampaikan bahwa keberadaan Penyuluh Agama Islam harus semakin dekat dengan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.
“Penyuluh Agama Islam bukan hanya hadir di kantor atau di tempat-tempat pengajian, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat dan sekolah-sekolah. Ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi penyuluh dalam memberikan edukasi, pembinaan keagamaan dan penguatan karakter generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sekolah merupakan salah satu tempat strategis untuk membangun generasi yang memiliki pengetahuan, akhlak dan ketahanan diri terhadap berbagai pengaruh negatif. Karena itu, sinergi antara KUA melalui Penyuluh Agama Islam dan pihak sekolah perlu terus diperkuat.
Melalui program “Penyuluh Saweu Sikula”, KUA Kec. Kluet Timur melalui Penyuluh Agama Islam berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan lembaga pendidikan. Penyuluhan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, religius dan bebas dari narkoba, pergaulan bebas serta bullying.
Pesan utama yang disampaikan kepada para siswa adalah bahwa masa depan berada di tangan generasi muda itu sendiri. Menjauhi narkoba, menjaga pergaulan, menghormati sesama dan berani mencegah bullying merupakan bagian dari ikhtiar menjaga diri, keluarga, sekolah dan masa depan bangsa.
“Narkoba, pergaulan bebas dan bullying bukan hanya masalah sekolah atau keluarga, tetapi merupakan musuh kita bersama. Karena itu, pencegahannya juga membutuhkan kepedulian dan kerja sama kita bersama.”[Ajil]

Social Header