Banda Aceh. Ketua Umum Partai Daulah Aceh (PDA), Abuya Habibie Waly, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penembakan yang terjadi di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu (4/11/2026), yang dilaporkan mengakibatkan korban meninggal dunia dan sejumlah warga mengalami luka-luka.
Abuya Habibie Waly meminta pihak berwenang agar segera mengusut kasus ini secara 𝘁𝘂𝗻𝘁𝗮𝘀, 𝗼𝗯𝗷𝗲𝗸𝘁𝗶𝗳, 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻, serta menyampaikan kronologi kejadian yang sebenarnya kepada publik dan media agar tidak terjadi simpang siur informasi.
Beliau menegaskan bahwa peristiwa seperti ini seharusnya tidak terjadi di tengah kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama, kemanusiaan, dan perdamaian.
"𝘚𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢, 𝘶𝘮𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘨𝘢𝘮𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘴𝘢 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘩𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘦𝘥𝘢𝘢𝘯. 𝘗𝘦𝘳𝘴𝘰𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘥𝘪𝘢𝘭𝘰𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘴𝘺𝘢𝘸𝘢𝘳𝘢𝘩, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘥𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘪𝘣𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯.
Lebih lanjut, Abuya Habibie Waly mengingatkan bahwa kita semua dalam islam, seharusnya dengan itu kita bisa saling menghargai. Secara bernegara seharusnya pun kita harus mendengar setiap aspirasi masyarakat yang ada, dihargai, dan disikapi secara bijaksana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Beliau juga mengajak seluruh pihak, baik masyarakat maupun aparat keamanan, untuk menahan diri, mengedepankan komunikasi, serta menjaga suasana damai di Aceh.
𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗯𝗶𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗺𝘂𝘀𝘂𝗵𝗮𝗻. 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗯𝗶𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗮𝘀𝗽𝗶𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗻. 𝗞𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗱𝗶𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽, 𝗸𝗲𝗮𝗱𝗶𝗹𝗮𝗻 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗱𝗶𝘁𝗲𝗴𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗮𝗶𝗮𝗻 𝗔𝗰𝗲𝗵 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗷𝗮𝗴𝗮 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮.
**Abuya Habibie Waly**
Ketua Umum Partai Daulah Aceh (PDA)

Social Header