NAGAN RAYA Setiap Sabtu pagi, suasana di SMAN 1 Seunagan tidak hanya diisi rutinitas pembelajaran di dalam kelas. Siswa mendapat ruang untuk berdiri di hadapan teman-temannya, menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan bakat yang mereka miliki. Program bertajuk Tampilan Bakat-Minat itu menjadi salah satu program unggulan sekolah yang dipimpin Kepala SMAN 1 Seunagan, Raudhah Fariza, S.Pd., M.AP. Kegiatan dilaksanakan pada jam ke-0 hingga jam pelajaran pertama, dengan setiap kelas memperoleh kesempatan secara bergiliran untuk menampilkan potensi terbaik mereka.
Bagi Raudhah Fariza, pendidikan tidak cukup hanya mengejar angka di rapor. Sekolah harus mampu menemukan potensi setiap anak, kemudian menyediakan ruang agar kemampuan tersebut tumbuh menjadi prestasi. Karena itu, Tampilan Bakat-Minat dirancang bukan sebatas hiburan setiap Sabtu, melainkan bagian dari pembinaan siswa untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, hingga mempersiapkan prestasi yang dapat mendukung perjalanan mereka menuju perguruan tinggi. Pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional Manajemen Talenta Murid yang mengatur pengembangan bakat dan minat melalui tahapan identifikasi, pengembangan, aktualisasi, apresiasi hingga kapitalisasi talenta.
Penguatan akademik juga menjadi perhatian. SMAN 1 Seunagan menjalankan Program Kelas Inti, yakni kelas yang memperoleh pembelajaran tambahan pada sore hari. Sekolah juga memberikan penguatan kepada siswa untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) melalui les sore dan pembahasan soal di kelas. Strategi ini relevan dengan sistem penerimaan mahasiswa baru saat ini. Dalam ketentuan SNBP 2026, siswa pendaftar harus memiliki nilai TKA, sementara seleksi SNBP tetap mempertimbangkan prestasi akademik melalui rapor serta prestasi akademik dan nonakademik sesuai ketentuan PTN. TKA sendiri dirancang pemerintah untuk menyediakan informasi capaian akademik individual yang terstandar.
Di sisi lain, sekolah memberi perhatian khusus kepada siswa yang memiliki keunggulan di luar akademik. Pembinaan bakat-minat diarahkan agar talenta siswa dapat berkembang menjadi prestasi yang terukur dan membuka peluang melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi atau talenta sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan Kemendikdasmen juga mendorong sekolah memetakan bakat dan minat sejak dini serta memberi ruang aktualisasi melalui berbagai ajang seperti OSN, FLS3N, O2SN, debat maupun kegiatan nonkompetisi. Dengan demikian, panggung sederhana setiap Sabtu pagi di SMAN 1 Seunagan dapat menjadi titik awal bagi seorang siswa untuk menemukan bidang yang benar-benar menjadi kekuatannya.
Pembentukan karakter dan spiritualitas berjalan berdampingan dengan program akademik tersebut. Sekolah membiasakan pembacaan Surah Yasin pada pagi hari sebagai bagian dari penguatan budaya membaca sekaligus penanaman nilai-nilai keagamaan.
SMAN 1 Seunagan juga menjalankan English Club, dengan pembinaan khusus untuk meningkatkan kemampuan siswa berbicara dalam bahasa Inggris. Menurut pihak sekolah, program bahasa Inggris tersebut telah membuahkan sejumlah penghargaan dan prestasi dalam berbagai kegiatan dan perlombaan bahasa Inggris.
Raudhah Fariza ingin berbagai program itu saling melengkapi: kelas inti menguatkan akademik, latihan TKA mempersiapkan siswa menghadapi seleksi pendidikan lanjutan, Tampilan Bakat-Minat menemukan dan mengasah potensi, English Club memperluas kemampuan komunikasi, sedangkan kegiatan keagamaan memperkuat karakter. Pola tersebut menempatkan sekolah bukan hanya sebagai tempat siswa menerima pelajaran, tetapi sebagai ruang tumbuh yang memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk menemukan keunggulannya. Regulasi nasional bahkan mewajibkan satuan pendidikan dan pemerintah daerah memberikan ruang, waktu, serta dukungan kepada murid yang mengikuti pengembangan bakat dan minat.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan program tersebut bukan hanya berapa banyak siswa yang tampil setiap Sabtu atau mengikuti pembelajaran tambahan pada sore hari. Harapan yang lebih besar adalah lahirnya siswa SMAN 1 Seunagan yang berani bermimpi, mengenali kemampuan dirinya, memiliki karakter kuat, dan siap bersaing mendapatkan tempat di perguruan tinggi. Di bawah kepemimpinan Raudhah Fariza, sekolah berupaya membangun jalan menuju masa depan itu dari hal yang sederhana: memberi setiap anak kesempatan untuk belajar lebih dalam, tampil lebih percaya diri, dan membuktikan bahwa bakat yang diasah hari ini dapat menjadi pintu menuju prestasi pada masa depan.[]

Social Header