BENER MERIAH | Gerak cepat Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR Aceh bersama Kodam Iskandar Muda membuahkan hasil dalam pemulihan konektivitas pascabencana. Jembatan Bailey di STA 27+400 atau KM 27 ruas Batas Aceh Utara–Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, mulai fungsional pada Minggu (20/9/2026). Dengan rampungnya titik tersebut, tiga jembatan Bailey sementara pada ruas ini kini seluruhnya dapat dilalui masyarakat.
Dua jembatan Bailey sebelumnya telah lebih dahulu difungsikan, masing-masing di Bale Musara, Kampung Buntul Buntul, STA 11+150 dan Bintang Permata STA 14+100. Ketiga jembatan sementara itu dipasang untuk memulihkan akses pada ruas jalan provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi.
![]() |
| Dokumen Progress 76%_99% |
Berfungsinya Bailey KM 27 membuat jalur Kreung Geukueh–Bener Meriah–Takengon melalui KKA kembali terhubung. Sebelumnya, masyarakat dari Bener Meriah dan Aceh Tengah yang hendak menuju Lhokseumawe harus menggunakan jalur alternatif melalui Simpang Tiga–Pondok Baru–Ramung dan Buntul akibat terganggunya akses di ruas tersebut.
Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, S.T., mengatakan percepatan pekerjaan tidak terlepas dari koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak, terutama dukungan personel TNI dari Kodam Iskandar Muda. “Alhamdulillah, dengan selesainya Bailey di STA 27+400, seluruh tiga titik yang ditangani pada ruas ini kini sudah fungsional. Kami menyampaikan apresiasi kepada Kodam Iskandar Muda serta semua pihak atas dukungan dan kerja sama dalam pemasangan Jembatan Bailey ini,” ujar Mawardi.
Mawardi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel TNI dan tim teknis yang bekerja di lapangan. Menurutnya, pemulihan infrastruktur pascabencana membutuhkan gerak cepat, koordinasi, serta kerja bersama agar akses vital masyarakat dapat segera dipulihkan. Kembali terbukanya jalur KKA diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang antara kawasan lintas timur Aceh, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Meski demikian, tiga jembatan Bailey tersebut merupakan penanganan sementara untuk mengembalikan fungsi jalan setelah terdampak bencana. Penanganan permanen akan menjadi bagian dari tahapan pemulihan berikutnya. Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR Aceh menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pemulihan infrastruktur dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.[]


Social Header