Breaking News

Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Prof. Marniati Sambut Abuya Amran Waly dan Ulama Sufi Asia Tenggara di Banda Aceh

BANDA ACEH | Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai silaturahmi Prof. Adjunct Dr. Marniati, M.Kes., bersama suaminya, Dedi Zefrizal, dengan keluarga besar ulama sufi Asia Tenggara di kediamannya, Jalan Perdamaian, Lampaseh Kota, Banda Aceh, Senin malam (12/10/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Abuya Syekh H. Amran Waly Al Khalidy beserta keluarga dan sejumlah ulama dari berbagai negara setelah rangkaian Muzakarah Internasional di Banda Aceh resmi ditutup.

Kedatangan para ulama sekitar pukul 19.45 WIB disambut hangat oleh Prof. Marniati dan keluarga. Silaturahmi yang dihadiri sekitar 200 orang tersebut berlangsung dalam suasana akrab, menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan antara ulama dan masyarakat. Meski sempat terjadi antrean kendaraan di sekitar lokasi, antusiasme para tamu tidak mengurangi suasana kebersamaan yang tercipta.

Prof. Marniati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Abuya Syekh H. Amran Waly Al Khalidy, keluarga besar, serta para ulama sufi lintas negara yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang mempererat hubungan kekeluargaan, melainkan juga kesempatan untuk memperkokoh persatuan umat melalui nilai-nilai tasawuf yang mengedepankan kedamaian, kejernihan hati, dan kemaslahatan bersama.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Muzakarah Internasional yang berlangsung dalam suasana damai dan penuh ketenteraman. Prof. Marniati menegaskan bahwa nilai-nilai tasawuf perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah dan jabatan. Baginya, kedudukan apa pun yang diemban hendaknya tetap disertai kerendahan hati, ketakwaan, serta kesadaran bahwa segala sesuatu berada dalam kehendak dan pengawasan Allah SWT.

Lebih lanjut, Prof. Marniati menekankan pentingnya menjadikan ajaran para ulama sebagai pedoman dalam membentuk akhlak dan meneladani kepribadian Rasulullah SAW. Ia meyakini bahwa penguatan akhlak, ketulusan hati, dan semangat menebar kebaikan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, humanis, dan menjunjung tinggi persaudaraan. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk terus dirawat oleh masyarakat Aceh dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menghadapi tantangan zaman.

Melalui silaturahmi ini, Prof. Marniati berharap hubungan antara ulama, tokoh masyarakat, dan umat Islam di Asia Tenggara semakin erat. Ia meyakini Aceh akan semakin bermartabat apabila masyarakat senantiasa berpegang teguh pada keteladanan Rasulullah SAW dan nasihat para ulama. Pertemuan tersebut pun menjadi pengingat bahwa persatuan, kedamaian, dan kemuliaan akhlak merupakan kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan umat serta menebarkan nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini