BIREUEN | Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., menegaskan pembangunan daerah harus dilaksanakan melalui semangat gotong royong, pelayanan publik yang responsif, serta percepatan pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati Bireuen pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Senin (12/10/2026). Dalam momentum tersebut, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pertambahan usia kabupaten sebagai kesempatan untuk mengevaluasi pembangunan dan memperkuat komitmen memajukan daerah.
Menurut Mukhlis, pembangunan Bireuen tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Pemerintah bertugas menjalankan kebijakan dan memberikan pelayanan, masyarakat berperan aktif sekaligus mengawasi jalannya pembangunan, sedangkan dunia usaha menjadi penggerak ekonomi. Dukungan ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen lainnya juga dibutuhkan untuk menjaga persatuan serta nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan, tema “Bireuen Bershalawat” bukan sekadar slogan peringatan hari jadi, melainkan harus menjadi pedoman dalam kehidupan dan penyelenggaraan pemerintahan. Semangat bershalawat hendaknya diwujudkan melalui keteladanan, integritas, birokrasi yang transparan, pelayanan yang tulus, kepedulian sosial, dan penguatan persaudaraan.
Dengan demikian, kemajuan Bireuen tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kekuatan spiritual, akhlak masyarakat, serta kualitas hubungan sosial yang santun dan saling menghormati.
Percepatan pemulihan pascabencana menjadi prioritas
Dalam sambutannya, Mukhlis turut menyoroti kondisi Bireuen yang masih menjalani proses pemulihan setelah dilanda bencana banjir besar. Menurutnya, bencana menjadi pengingat bahwa pembangunan harus memperhatikan mitigasi, kelestarian lingkungan, dan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, dunia usaha, tenaga kesehatan, relawan, serta masyarakat yang telah bergotong royong membantu warga terdampak. Semangat solidaritas tersebut perlu terus diperkuat agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani dengan baik.
Ia menekankan pentingnya memperkuat upaya mitigasi bencana, mempercepat perbaikan infrastruktur vital yang rusak, serta memastikan perencanaan tata ruang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana pada masa mendatang.
Pembangunan, lanjutnya, harus memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mengurangi risiko kerusakan dan kerugian apabila bencana kembali terjadi.
Pelayanan publik harus dirasakan masyarakat
Selain pemulihan infrastruktur, Bupati mengingatkan agar pemerataan pendidikan berkualitas dan pelayanan kesehatan yang cepat, tanggap, serta terjangkau tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Petani, nelayan, pedagang, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mendapatkan perlindungan serta kesempatan untuk mengembangkan usaha. Generasi muda juga harus memperoleh ruang untuk belajar, berkarya, dan meraih prestasi.
Mukhlis menegaskan, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama oleh warga yang sedang menghadapi kesulitan. Pelayanan publik tidak cukup hanya memenuhi prosedur administrasi, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan warga secara nyata.
Ia mengingatkan para pemimpin dan aparatur pemerintah agar mengamalkan prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, yakni menjadi teladan di depan, membangun semangat di tengah, dan memberikan dukungan dari belakang.
Prinsip tersebut, menurutnya, menuntut pemimpin untuk bekerja dengan keteladanan, mendorong partisipasi masyarakat, serta memberikan dukungan terhadap inisiatif yang bermanfaat bagi kepentingan bersama. Aparatur juga harus bekerja dengan tulus, hadir langsung di tengah masyarakat, dan tidak sekadar berbicara atas nama rakyat.
Pemerintahan yang responsif, adaptif, dan transparan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.[]


Social Header