Breaking News

Wakili Ketua DPRA Sambut Kepala BGN, Ketua Komisi VII DPRA Fraksi Partai PPP Ilmiza Saaduddin Djamal Optimistis Program MBG Bawa Manfaat bagi Masyarakat Aceh

ACEH BESAR | Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H. Ilmiza Saaduddin Djamal Mewakili Ketua DPRA, menghadiri peresmian serentak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SPPG MNS Mesjid, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (14/10/2026).

Kehadiran DPRA menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah memperkuat pemenuhan gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor agar program tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.

Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA., dan dihadiri sejumlah pejabat serta tokoh masyarakat. Di antaranya anggota DPR RI TA Khalid, perwakilan pemerintah daerah, unsur BGN Aceh, serta pemangku kepentingan terkait. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi.

Sebagai Ketua Komisi VII DPRA, Ilmiza memandang program pemenuhan gizi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi anak-anak, tetapi juga menyangkut investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Aceh. Pemenuhan gizi yang baik diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kesiapan belajar, serta membantu membangun generasi yang sehat dan produktif.

Karena itu, pelaksanaan program perlu mendapat perhatian bersama agar tujuan sosialnya benar-benar tercapai.

Program pemenuhan gizi merupakan upaya penting untuk menyiapkan generasi masa depan. Kita berharap pelaksanaannya di Aceh berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi anak-anak serta masyarakat.

Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar program ini tidak berhenti pada peresmian, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” demikian pesan yang dapat ditekankan dalam dukungan terhadap program tersebut.

Selain manfaat di bidang gizi, keberadaan SPPG juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kebutuhan bahan pangan untuk operasional layanan dapat menjadi kesempatan bagi petani, nelayan, peternak, koperasi, dan pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam rantai pasok. Dengan pengelolaan yang profesional serta kemitraan yang transparan, program ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah sekaligus menciptakan peluang kerja.

Ilmiza berharap peresmian SPPG di Aceh menjadi langkah awal bagi penguatan pelayanan gizi yang berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan, keamanan pangan, kebersihan dapur, dan pengawasan pelaksanaan program.

Melalui kerja sama antara BGN, pemerintah daerah, DPRA, dunia usaha, dan masyarakat, program MBG diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas generasi muda sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat Aceh.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini