Breaking News

Kejari Bireuen Kembali Upayakan Penghentian Penuntutan Perkara Penggelapan Sepeda Motor Berdasarkan Keadilan Restorative Justice

BIREUEN | Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen Munawal Hadi, S.H.,M.H dengan didampingi Kasi Pidum Dedi Maryadi,S.H.,M.H serta Jaksa Fasilitator I An. Dona Popou Saragih,S.H, Jaksa Fasilitaor II A.n. Dewangga Kurniawan, S.H dan Jaksa Fasilitator III A.n Rizki Dwi Anugrah Putra,S.H melakukan upaya penghentian penuntutan perkara penggelapan sepeda motor berdasarkan keadilan restorative (Restorative Justice) atas nama tersangka Sulaiman dengan korban M.Reza bertempat di Ruang Rapat Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Kamis (30/03/23).

Kronologis kejadian penggelapan sepeda motor tersebut, adalah sebagai berikut :Pada hari Senin tanggal 02 Januari 2023 sekira pukul 09.30 WIB Saksi M. Reza Bin M. Yusuf sampai di sebuah kios jualan pisang milik Saksi Muhammad Nizar Bin Hanafiah dengan maksud untuk menggadaikan 1 (satu) unit sepeda motor merek Honda Jenis Scoppy warna merah hitam dengan nomor polisi BL 5921 ZAM miliknya dikarenakan Saksi M. Reza Bin M. Yusuf membutuhkan uang sejumlah Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).

Lanjut, Terdakwa tiba-tiba keluar dari kios jualan pisang tersebut dan mengatakan "berapa perlu uang" Saksi M. Reza Bin M. Yusuf menjawab "tiga juta bang" dan Terdakwa menyakan lagi "BPKB dan STNK ada di bawa" Saksi M. Reza Bin M. Yusuf menjawab "BPKB ada didalam bagasi sepeda motor" lalu Saksi M. Reza Bin M. Yusuf memberikan STNK kepada Terdakwa dan Terdakwa menerima STNK sepeda motor tersebut dengan menggunakan tangan kanan, lalu Terdakwa mengembalikan STNK tersebut lalu STNK tersebut Saksi M. Reza Bin M. Yusuf masukkan ke dalam bagasi sepmor milik saksi lalu Terdakwa langsung membawa sepmor tersebut ke arah Krueng mane Kecamatan Muara batu Kabupaten Aceh Utara dan setelah itu sepmor milik Saksi M. Reza Bin M. Yusuf belum dikembalikan oleh Terdakwa sampai sekarang. 

Akibat perbuatan Terdakwa tersebut Saksi M. Reza Bin M. Yusuf mengalami kerugian materil sejumlah Rp. 28.500.000,- (dua puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah).Bahwa tersangka disangka telah melanggar Pasal 372 KUHPidana yang berbunyi bahwa; 

"Barang siapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tanganya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun. 

Bahwa Penuntut Umum Selaku Fasilitator membuka proses perdamaian setelah menjelaskan maksud dan tujuan serta Tahapan Pelaksanaan Proses Perdamaian (Sesuai dengan Pedoman Jaksa Agung Nomor 24 Tahun 2021) dan selanjutnya kedua belah pihak bersedia untuk berdamai dan selanjutnya menandatangani kesepakatan perdamaian.[Heri/Red*]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini