BANDA ACEH | Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA), Heri Safrijal, SP, MTP menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap langkah bijak dan humanis yang ditunjukkan oleh Polresta Banda Aceh dalam mengawal jalannya aksi damai yang dilakukan oleh Gerakan Aceh Melawan pada 16 Juni 2025.
Aksi yang sempat menjadi perhatian publik ini berlangsung tertib meski sempat diwarnai pengibaran bendera Bintang Bulan oleh sejumlah peserta.
Heri Safrijal, kepada media Kamis (19/6/25) ianya menuturkan, sebagai aktivis muda Aceh dan mantan Sekjen BEM USK, menilai keputusan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, untuk tidak mengambil langkah represif atas pengibaran bendera tersebut adalah bentuk kedewasaan dalam bertindak dan pilihan yang menjunjung tinggi stabilitas keamanan daerah. “Beliau memang bukan putra asli Aceh, tapi kami melihat beliau sangat cinta Aceh. Sikapnya luar biasa, penuh empati,” ujar Heri.
Ia menambahkan, pendekatan persuasif yang diambil aparat kepolisian merupakan wujud penghormatan terhadap hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tanpa harus mengorbankan ketertiban umum. Heri menyebut, langkah Polresta Banda Aceh layak diapresiasi karena berhasil menjaga situasi tetap kondusif dan aman.
Lebih jauh, PUSDA menilai bahwa pilihan untuk tidak memaksakan pencopotan simbol-simbol tertentu di tengah aksi adalah bentuk nyata profesionalisme aparat dan refleksi kematangan demokrasi. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa penegakan hukum dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pendekatan yang berorientasi pada perdamaian.
PUSDA juga mengajak semua elemen masyarakat, khususnya generasi muda Aceh, untuk terus mengedepankan dialog dalam menyikapi dinamika sosial dan politik yang berkembang. “Mari jaga kedamaian Aceh dengan komunikasi yang sehat, dan saling menghargai dalam bingkai hukum,” ucap Heri.
Sebagai organisasi kepemudaan, PUSDA menegaskan komitmennya untuk terus terlibat aktif dalam menjaga ketertiban sosial, memperkuat semangat kebangsaan, dan memastikan ruang demokrasi tetap hidup dalam batas-batas hukum yang berlaku. PUSDA juga mengajak seluruh pemuda Aceh untuk berperan sebagai jembatan persatuan dan agen perubahan yang menyejukkan.
Editor : Redaksi
Social Header