BANDA ACEH | Harapan panjang masyarakat Barat Selatan (Barsela), khususnya warga Aceh Singkil, untuk memiliki jembatan penghubung di Kuala Baro, kini perlahan menjadi kenyataan. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), telah memastikan rencana pembangunan jembatan tersebut segera direalisasikan setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Anggota DPRA dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX, Zamzami, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat Gubernur Aceh. Ia menilai kehadiran jembatan Kuala Baro merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat yang selama puluhan tahun hidup dalam keterbatasan akses transportasi.
“Ini harus betul-betul terealisasi. Warga Barsela, khususnya masyarakat Aceh Singkil, sangat menantikan hadirnya jembatan ini. Arahan gubernur sudah jelas, maka kita minta Dinas PUPR Aceh menuntaskan pembangunan jembatan Kuala Baro secepat mungkin,” tegas Zamzami.
Menurutnya, jembatan Kuala Baro tidak sekadar infrastruktur penghubung, tetapi memiliki efek multiflier yang sangat besar. Dengan adanya jembatan, roda ekonomi dipastikan berputar lebih cepat, akses pendidikan dan kesehatan lebih mudah, serta mobilitas antarwilayah semakin lancar. “Ini bukan hanya jembatan, tapi denyut baru bagi kehidupan masyarakat Barsela,” imbuhnya.
Zamzami menambahkan, langkah Mualem menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap daerah pinggiran. Selama ini, masyarakat Kuala Baro terpaksa mengandalkan rakit untuk aktivitas sehari-hari, baik membawa orang, kendaraan, maupun hasil bumi. “Kini, rakyat bersyukur karena sebentar lagi bebas dari rakit yang menjadi penghalang utama,” ujarnya.
Ia berharap, pembangunan jembatan darurat tipe bailey segera dipercepat, sambil menunggu terwujudnya jembatan permanen yang akan dibiayai melalui anggaran pusat dan provinsi. Dengan kerja sama erat antara eksekutif dan legislatif, Zamzami optimistis proyek ini akan berjalan sesuai harapan dan menjadi tonggak sejarah baru bagi masyarakat Barsela.
Editor : Redaksi

Social Header