Breaking News

Hasballah : Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Singapura Bisa Gagal Apabila Kesadaran Membuang Sampah Lemah

Hasballah, S.Ag, Anggota Komisi III DPRA / Politisi Partai Aceh

BANDA ACEH | Pada awal Bulan Mei 2025 lalu PT. Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda kedatangan rombongan dari Singapura, mereka adalah Alam Matthews dan Yumaidar manajemen sebuah perusahaan pengelolaan sampah berteknologi tinggi bernama GGI Energi, Pte.Ltd 

Kalau hari ini masyarakat Negara Singapura mengelola sampah basah dan kering dihari yang sama menjadi energi listrik, pupuk hingga bahan industri itu karena perusahaan ini.

Ribuan Ton sampah diproses dalam sebuah tabung tanpa oksigen dan dibakar. Sebagiannya menjadi karbon aktif salah satu bahan pupuk, minyak pirolisis (bahan industri) dan gas sintesis (syngas) yang bisa menerangi sebagian wilayah.

Teknologi ini sudah digunakan di sebagian besar wilayah Eropa dan Amerika, dan keamanannya sudah teruji sampai level Internasional.

GGI Energi siap berkontribusi menangani persoalan pengelolaan sampah di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Namun melihat kebiasaan buruk membuang sampah secara sembarangan masih tinggi, program olah sampah cara Singapura ini bisa terhenti sampai disebuah wacana saja.

"Masyarakat yang disiplin membuang sampah ikut memudahkan proses pengumpulan sampah," Ujar Hasballah Anggota DPRA Komisi III dari Fraksi Partai Aceh.

Seyogyanya GGI Energi Insya Allah mampu mengolah 60 Ton Sampah per jam, pengolahan sampah dengan cara ini membuat Singapura selalu bersih meski sampah Negara itu mencapai puluhan ribu Ton setiap hari.

Kebersihan dan kecermatan Singapura mengolah sampah telah menjadikan negara berlambang Singa itu memiliki arus wisatawan yang sangat tinggi dari seluruh dunia.

Sebuah kota yang nyaman, dalam riset tentang kesehatan disebutkan bahwa terlalu sering mencium aroma tidak sedap bisa menumpulkan ketajaman akal manusia.

Sumber : RSM 
Editor    : Redaksi 

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini