Breaking News

EKS KOMBATAN GAM WILAYAH PASEE RIMUNG BULOH ANGKAT BICARA: "PEMERINTAH JANJI PALSU – KEMBALIKAN SENJATA KAMI"

ACEH | Eks kombatan GAM wilayah Pasee, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, mengangkat bicara dengan nada tegas menyampaikan bahwa pemerintah harus segera merangkul seluruh mantan GAM dengan menyediakan kesempatan kerja atau membuat lapangan kerja khusus bagi mereka. 

Ia juga mengkritik janji pemerintah yang belum dipenuhi terkait kelolahan lahan bagi para eks pejuang.

Pemerintah jangan pandang sebelah mata eks GAM dan seluruh keluarga yang terkena dampak konflik. Kita harus ingat bahwa proses perdamaian antara Aceh Merdeka dengan Republik Indonesia belum selesai sepenuhnya," tegas Rimung Buloh.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah pernah berjanji memberikan dua hektar lahan kelolahan bagi setiap eks GAM yang bisa ditanami berbagai tanaman. Namun hingga tahun 2026, janji tersebut belum pernah terealisasi sama sekali. 

"Janji untuk memberikan dua hektar lahan kelolahan sudah lama diumbarakan, tapi buktinya sampai saat ini belum ada satupun lahan yang diberikan. Hanya janji manis atau janji palsu dari pemerintah," tandasnya.

Rimung Buloh juga menyoroti kondisi di mana banyak orang luar Aceh mendapatkan kesempatan kerja di Aceh, sementara para eks pejuang lokal justru seringkali terlantar.

"Jangan sampai gara-gara eks GAM terlantar dan janji tidak dipenuhi, terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan seperti konflik yang pernah terjadi antara Aceh dengan pemerintah Indonesia. Kalau janji tidak bisa dipenuhi, masalah perdamaian Aceh segera kembalikan senjata kami – jangan hanya hantui kami dengan janji palsu saja," jelasnya dengan nada yang tegas.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan kondisi janda konflik dan anak yatim yang menjadi korban perang. "Kami tidak akan diam dan dianggap lupa sejarah. Kami tidak pernah melupakan sejarah perang Aceh yang telah merenggut banyak nyawa," ujarnya.

Rimung Buloh menegaskan bahwa para eks GAM siap berkontribusi untuk pembangunan Aceh dan Indonesia secara keseluruhan, asalkan diberikan kesempatan yang layak. "Kita siap bekerja sama dan berkarya untuk kemajuan Aceh, tapi jangan biarkan kami terus terlantar. Rangkulkan kami dalam pembangunan, berikan kami lapangan kerja yang layak dan tepati janji yang sudah diberikan," pungkasnya.

Sumber : Zukfikar
Editor    : Redaksi/safrina

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini