Breaking News

Dugaan Penganiayaan Kembali Seret Nama Wakil Bupati Pidie Jaya

Asumsipublik.id | Pijay - Nama Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan insiden penganiayaan terhadap seorang warga bernama Zikrillah

. Peristiwa tersebut disebut terjadi di ruang rapat pendopo Wakil Bupati Pidie Jaya pada Senin (30/3/2026) malam dan kini menjadi perhatian masyarakat setempat.

Sorotan ini muncul tidak lama setelah kasus sebelumnya yang melibatkan dugaan penganiayaan terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra Badan Gizi Nasional (BGN), MR (27), diselesaikan melalui mekanisme restorative justice (RJ). Informasi penghentian perkara tersebut sebelumnya dikonfirmasi Kapolres Pidie Jaya, Ahmad Faisal Pasaribu, sebagaimana diberitakan sejumlah media. Ia menyebutkan bahwa kesepakatan damai antara kedua pihak telah tercapai sebelum Lebaran.

Namun, belum meredanya perhatian publik terhadap kasus sebelumnya, dugaan insiden baru kembali mencuat. Zikrillah mengaku datang ke pendopo Wakil Bupati untuk menghadiri rapat yang membahas surat terkait permohonan pelimpahan sebagian kewenangan kepada Bupati. Menurut keterangannya, situasi di ruang rapat mendadak memanas sesaat setelah dirinya memasuki ruangan.

Ia menyatakan bahwa saat hendak meninggalkan ruangan setelah diminta keluar, dirinya diduga mengalami tindakan kekerasan fisik dari Wakil Bupati. Zikrillah mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kemarahan tersebut dan menilai hubungan komunikasi sebelumnya berjalan baik tanpa persoalan berarti.

Zikrillah juga menyebut insiden itu terjadi di hadapan sejumlah tokoh masyarakat dan ulama yang saat itu berada di lokasi rapat. Ia menilai peristiwa tersebut berdampak pada martabat pribadi dan keluarganya. Karena itu, ia memastikan akan menempuh jalur hukum dan berencana melaporkan dugaan penganiayaan tersebut secara resmi ke pihak kepolisian.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Wakil Bupati Pidie Jaya terkait dugaan insiden terbaru tersebut. Publik kini menanti klarifikasi dari pihak terkait serta perkembangan proses hukum selanjutnya guna memastikan kejelasan peristiwa yang kembali menyeret nama pejabat daerah tersebut.

Sumber : Hs
Editor    : Redaksi/safrina
© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini