BANDA ACEH | Dinas Pendidikan Aceh kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan vokasi melalui pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen XXXIV Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026 yang dipadukan dengan Expo Produk SMK, berlangsung di SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, dan SMK Negeri 3 Banda Aceh, 18–21 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi panggung besar bagi siswa SMK se-Aceh untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus inovasi yang siap bersaing di dunia industri dan kewirausahaan.
Ajang tahunan bergengsi ini menghadirkan siswa-siswi terbaik dari 23 kabupaten/kota di Aceh yang berkompetisi dalam 10 cabang lomba keahlian. Tidak hanya menguji keterampilan teknis, LKS juga menjadi ruang pembentukan karakter, daya saing, dan mental kerja generasi muda vokasi Aceh.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Tarmidhi, S.ST., M.Si menyampaikan bahwa LKS bukan sekadar agenda perlombaan, melainkan momentum strategis membangun semangat kewirausahaan di kalangan pelajar SMK. Menurutnya, lulusan SMK harus mampu menjadi pencipta peluang, bukan hanya pencari kerja.
“Melalui kegiatan ini kita ingin membangun keberanian siswa dalam membaca peluang ekonomi, menciptakan inovasi, hingga memiliki kemampuan menjual produk hasil karya mereka sendiri. SMK harus melahirkan generasi yang kreatif, produktif, dan mandiri,” ujar Tarmidhi.
Ia menambahkan, para juara LKS tingkat provinsi nantinya akan mewakili Aceh pada ajang nasional di Jawa Barat. Karena itu, kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta terbaik Aceh yang siap bersaing di tingkat nasional bahkan global.
Selain perlombaan kompetensi, Expo Produk SMK turut menjadi daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Beragam produk kreatif dan inovatif hasil karya siswa dipamerkan, mulai dari produk teknologi, kuliner, kriya, hingga industri kreatif berbasis potensi lokal Aceh.
Dalam rangkaian kegiatan, Dinas Pendidikan Aceh juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan kewirausahaan, khususnya dalam membangun kemampuan pemasaran dan mental entrepreneur siswa SMK.
Tarmidzi menilai sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, memberikan apresiasi terhadap suksesnya pelaksanaan kegiatan meski digelar di tengah keterbatasan anggaran. Ia menilai semangat kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci terselenggaranya LKS dan Expo Produk SMK Aceh 2026 secara meriah dan produktif.
"SMK tidak boleh hanya berhenti pada teori dan praktik di ruang belajar. Anak-anak harus mampu menciptakan produk, memahami pasar, hingga menjual hasil karya mereka. Pendidikan vokasi harus memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Murtalamuddin.
Menurutnya, tingginya angka pengangguran lulusan SMK harus dijawab melalui transformasi pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan penguatan kewirausahaan. Ia berharap SMK di Aceh mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dengan memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala sekolah SMK se-Aceh, Forum MKKS Kota Banda Aceh, para Kepala Cabang Dinas Pendidikan, siswa, orang tua, serta mitra dunia usaha. Melalui LKS Dikmen XXXIV dan Expo Produk SMK Aceh 2026, diharapkan lahir generasi muda Aceh yang unggul, inovatif, kompetitif, dan siap membawa nama daerah bersinar di panggung nasional.[rel]

Social Header