Breaking News

Konstelasi Musda Demokrat Aceh Mengerucut ke Sayuti Abubakar, Nora Idah Nita Dorong Regenerasi Sambil Tetap Merangkul Kader Senior



Asumsipublik.id - BANDA ACEH – Konstelasi internal Partai Demokrat Aceh menjelang Musyawarah Daerah semakin mengerucut. Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, kini tampil sebagai salah satu figur terkuat dalam bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh setelah dikabarkan memperoleh dukungan dari 20 Dewan Pimpinan Cabang dari total 23 DPC se-Aceh. Sementara DPC Pidie, Aceh Tenggara, dan Subulussalam disebut belum menentukan arah dukungan.


Menguatnya nama Sayuti menandai perubahan penting dalam dinamika politik internal partai. Pada tahap awal, mayoritas dukungan sempat mengarah kepada Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta. Namun, menjelang pelaksanaan Musda, peta dukungan bergerak seiring munculnya berbagai pertimbangan baru mengenai regenerasi kepemimpinan, kapasitas organisasi, serta strategi membesarkan partai menghadapi agenda politik mendatang.


Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang sekaligus anggota DPR Aceh Fraksi Demokrat, Nora Idah Nita, S.E., M.M., membenarkan adanya pergeseran dukungan tersebut. Menurutnya, keputusan mendukung Sayuti lahir melalui pertimbangan yang matang dengan menempatkan kepentingan organisasi sebagai prioritas utama. “Setelah muncul nama Sayuti, kami menilai beliau memiliki kemampuan untuk memimpin Partai Demokrat Aceh. Keputusan ini merupakan hasil analisis mendalam dan hak konstitusional setiap DPC,” ujar Nora.


Nora menilai pengalaman Sayuti sebagai kepala daerah dan rekam jejak organisasinya menjadi modal kuat untuk memperkokoh struktur partai hingga ke akar rumput. Ia berharap kepemimpinan baru mampu mengembalikan kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh II, menambah perolehan kursi di DPR Aceh dan DPRK, serta memperluas basis dukungan Demokrat di seluruh kabupaten dan kota.


Ia juga optimistis apabila Sayuti mendapat kepercayaan memimpin DPD Demokrat Aceh, ruang bagi kader perempuan dan generasi muda akan semakin terbuka. Menurut Nora, perempuan dan kelompok milenial merupakan elemen strategis dalam mendulang suara partai sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat karena jumlah pemilih dari kedua kelompok tersebut sangat signifikan dan (konsolidasi Demokrat Aceh harus tetap merangkul seluruh kader serta meminta arahan dari para senior yang lebih berpengalaman agar langkah partai semakin solid dan terarah.) 


Selain itu, Nora menilai pengalaman Sayuti dalam organisasi kepemudaan, politik, serta posisinya sebagai Ketua Umum Perkumpulan Alumni Dayah Ulumuddin (PADU) semakin memperkuat kapasitasnya. Jejaring yang luas di berbagai komunitas dinilai menjadi modal penting untuk memperluas konsolidasi, menjangkau basis pemilih baru, dan meningkatkan daya saing Partai Demokrat pada kontestasi politik mendatang.


Nora menegaskan konsolidasi Demokrat Aceh ke depan harus tetap merangkul seluruh kader tanpa membangun sekat baru. Menurutnya, masukan dan arahan dari para kader senior yang lebih berpengalaman tetap dibutuhkan agar proses regenerasi berjalan sehat, terukur, dan tidak memutus kesinambungan perjuangan partai.


Meski dukungan mayoritas DPC terus menguat, Nora mengingatkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat sesuai AD/ART Partai Demokrat. Sebagai kader senior, ia menyatakan siap tunduk dan patuh terhadap arahan serta keputusan apa pun yang ditetapkan DPP. 


“Setelah Musda, seluruh kader harus kembali bersatu untuk memenangkan partai pada pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah serta mengembalikan Demokrat sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan di Aceh,” tegasnya.


Sayuti Abubakar memiliki rekam jejak organisasi yang panjang dan beragam. Ia dipercaya sebagai Ketua Umum Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila periode 2026–2030, Ketua Umum Perkumpulan Alumni Dayah Ulumuddin periode 2024–2027, Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Bireuen Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat periode 2022–2026,  Sebelumnya, Sayuti juga pernah menjadi Ketua Dewan Penasihat Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Aceh Jakarta periode 2013–2018, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Aceh Jakarta periode 2010–2013,  Pengalaman tersebut menunjukkan kapasitasnya dalam memimpin, membangun konsolidasi, dan mengembangkan jejaring lintas organisasi, alumni, masyarakat, serta politik.[]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini