BIREUEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen bersama UPTD Puskesmas Peudada sukses menggelar aksi kemanusiaan donor darah perdana guna memperkuat ketersediaan stok darah di Kabupaten Bireuen, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di UPTD Puskesmas Peudada ini mendapat sambutan luar biasa serta antusiasme yang tinggi dari masyarakat setempat. Tingginya partisipasi publik menumbuhkan optimisme bahwa kegiatan mulia tersebut layak dan siap untuk dijadikan sebagai agenda rutin berkala setiap tiga bulan sekali.
Wujud Nyata Kolaborasi Lintas Sektor
Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang kuat, melibatkan:
PMI Ranting Kecamatan Peudada
UPTD Puskesmas Peudada
Muspika Kecamatan Peudada
Badan Kerja sama antar desa (BKAD) Kecamatan Peudada
Didukung penuh oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXIX Universitas Syiah Kuala (USK).
Dalam pelaksanaannya, operasional teknis medis didukung langsung oleh Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. Fauziah Bireuen yang menangani seluruh tahapan mulai dari pemeriksaan kesehatan awal pendonor (screening), proses pengambilan darah, hingga pengelolaan kantong darah sesuai dengan standar pelayanan transfusi yang ketat dan higienis.
Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., yang akrab disapa Edi Obama, hadir langsung meninjau jalannya kegiatan. Ia mengapresiasi tinggi pelaksanaan donor darah perdana di Kecamatan Peudada ini sebagai langkah awal yang sangat strategis dalam membangun budaya donor darah di tengah masyarakat.
"Alhamdulillah, PMI Kecamatan Peudada untuk pertama kalinya bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Peudada menggelar donor darah. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan, insya Allah, akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali."
Menurut Edi Obama, kegiatan donor darah yang berkesinambungan menjadi instrumen paling efektif untuk menjaga stabilitas ketersediaan stok darah bagi pasien darurat yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan jiwa solidaritas dan kepedulian sosial yang tinggi di masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PMI Ranting Kecamatan Peudada, Jamaludin, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian pada aksi perdana ini yang berhasil menghimpun puluhan kantong darah segar.
55 Kantong Darah berhasil dikumpulkan pada gelaran perdana ini.
Setiap 3 Bulan dicanangkan sebagai agenda rutin berkala ke depannya.
"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat baik. Sebanyak 55 kantong darah berhasil dikumpulkan. Terima kasih kepada seluruh pendonor dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut secara berkala," ungkap Jamaludin penuh semangat.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Minar Mushari, Sp.S., melalui petugas Unit Transfusi Darah (UTD), Wardati, S.K.M., M.K.M., mengingatkan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Bireuen hingga saat ini masih menghadapi tantangan defisit bulanan.
"Setiap bulan kita masih kekurangan darah. Padahal, jika sekitar dua persen saja dari jumlah penduduk rutin mendonorkan darah, maka kebutuhan darah dapat terpenuhi secara keseluruhan."
Wardati, S.K.M., M.K.M., Petugas UTD RSUD dr. Fauziah Bireuen, ia menekankan pentingnya pergeseran paradigma di masyarakat agar donor darah tidak lagi dipandang sebagai aksi insidentil semata—hanya dilakukan saat stok menipis atau ada kerabat yang sakit—melainkan menjadi sebuah gaya hidup dan budaya sehat yang rutin. Selain menjadi penyelamat nyawa bagi sesama, donor darah secara berkala juga terbukti memberikan manfaat kebugaran yang signifikan bagi kesehatan tubuh pendonor itu sendiri.[ Rilis ]

Social Header