BIREUEN — Lapangan hijau di Kabupaten Bireuen bergemuruh dengan semangat sportivitas anak-anak madrasah. Sebanyak 58 tim sepak bola mini dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan swasta di Kabupaten Bireuen resmi ambil bagian dalam ajang Liga Sepak Bola Mini atau Mini Soccer ke-3 Tahun 2026.
Ajang bergengsi yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Bireuen ini digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 sekaligus menyambut Hari Amal Bakti (HAB) ke-81 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2027.
Ajang Silaturahmi dan Pembentukan Karakter
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan Liga Mini Soccer ke-3 ini bukan sekadar kompetisi perebutan juara semata.
"Liga Sepak Bola Mini Jenjang MI ini tentu tidak sekadar diselenggarakan sebagai ajang perlombaan semata, melainkan memiliki tujuan yang jauh lebih bermakna, yaitu memeriahkan dan memaknai peringatan HUT Ke-81 RI serta rangkaian kegiatan memperingati HAB Kementerian Agama RI Ke-81 Tahun 2027," ujar Zulkifli.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa turnamen ini berfungsi strategis sebagai sarana silaturahmi yang mempertemukan seluruh warga madrasah, pengurus KKMI, dan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Bireuen dalam satu semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan ukhuwah islamiyah dan soliditas kelembagaan di antara keluarga besar madrasah dapat semakin erat terjalin.
Utamakan Kejujuran dan Sportivitas
Senada dengan hal tersebut, pesan moral turut diserukan kepada para peserta agar menjadikan lapangan sebagai ruang belajar yang menyenangkan.
"Jadikan pertandingan ini sebagai ajang untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta memperbanyak persahabatan. Kemenangan memang menjadi harapan, namun yang jauh lebih penting adalah kejujuran, kebersamaan, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi ini," pesan pihak penyelenggara.
Para guru, orang tua, dan pendamping juga didorong untuk senantiasa memberikan motivasi penuh kepada anak-anak agar terus berkembang, baik pada aspek akademik maupun non-akademik.
Dukungan kolaboratif ini dinilai krusial demi mewujudkan misi bersama dalam mencetak generasi muda Bireuen yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta siap bersaing menghadapi tantangan masa depan. [ Rilis ]

Social Header