Breaking News

Bursa Ketua Golkar Agara Menghangat, Nama Jamanudin Ikut Diperhitungkan

ACEH TENGGARA | Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Tenggara yang dijadwalkan berlangsung 8–9 Oktober 2026, dinamika internal partai berlambang pohon beringin tersebut mulai menjadi perhatian sejumlah kalangan, termasuk tokoh pemuda dan aktivis di Aceh Tenggara.

Sejumlah nama disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara. Di antaranya Sekretaris DPD II Golkar Aceh Tenggara yang juga Ketua DPRK Aceh Tenggara, Deni Febrian Roza, kemudian Mirza Al Mahbubi yang merupakan anggota DPRK Aceh Tenggara dari Fraksi Golkar, Samsuar selaku anggota DPRK Aceh Tenggara dari Fraksi Golkar, serta Dian Reza Fahlevi yang menjabat Bendahara DPD II Golkar Aceh Tenggara.

Di tengah munculnya sejumlah nama tersebut, nama Drs. H. Jamanuddin, M.AP., juga mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur yang berpotensi masuk dalam dinamika bursa Ketua DPD II Golkar Aceh Tenggara.

Tokoh pemuda Aceh Tenggara, Pajri Gegoh Selian, menilai kemunculan nama Jamanudin menjadi bagian dari dinamika konsolidasi politik elite lokal menjelang Musda.

Menurut Gegoh Selian, Jamanuddin memiliki pengalaman birokrasi dan organisasi yang dapat menjadi salah satu faktor yang membuat namanya diperhitungkan dalam dinamika Musda kali ini.

Saat dikonfirmasi terkait kemungkinan maju sebagai calon Ketua DPD II Golkar Aceh Tenggara, Jamanuddin menyatakan dirinya siap apabila memperoleh dukungan dan peluang serta sesuai dengan ketentuan organisasi.

“Siap jika ada dukungan dan aturan serta peluang untuk bisa maju dan mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Golkar Aceh,” ujar Jamanuddin, seperti disampaikan dalam komunikasi melalui telepon, Minggu, 27/9/2026.

Sebelumnya, Jamanuddin juga telah menyampaikan bahwa dirinya masih melihat perkembangan situasi dan kondisi menjelang Musda. Ia membuka kemungkinan untuk maju apabila dukungan dan peluang memungkinkan.

Gegoh Selian menilai, dalam politik lokal, partai politik tidak hanya menjadi organisasi untuk melakukan kaderisasi dan menghadapi agenda pemilu. Lebih jauh, partai juga menjadi ruang bagi para elite untuk membangun komunikasi, konsolidasi, memperkuat jaringan dukungan, sekaligus mempersiapkan arah politik untuk masa mendatang.

“Dalam dinamika politik lokal, kemunculan satu nama baru tentu tidak berdiri sendiri. Ada proses konsolidasi, komunikasi dan pembacaan terhadap peta dukungan yang berkembang,” kata Gegoh.

Ia menyebut, munculnya nama Jamanuddin juga menarik untuk dicermati dalam konteks hubungan dan komunikasi politik di tingkat lokal maupun provinsi.

“Kemungkinan munculnya nama H. Jamanuddin ini bisa saja menjadi suara deras dari angin yang berasal dari DPD I. Tetapi itu masih menjadi bagian dari dinamika dan pembacaan politik menjelang Musda,” ujarnya.

Musda X DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara dijadwalkan menjadi momentum penting bagi kader dan struktur partai untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Sebelumnya, DPD II Golkar Aceh Tenggara juga telah menggelar rapat pleno persiapan Musda yang dipimpin Ketua DPD I Golkar Aceh, M. Salim Fakhry.

Dengan semakin banyaknya nama yang muncul, dinamika menuju Musda 8–9 Oktober mendatang diperkirakan akan terus berkembang seiring proses konsolidasi dan komunikasi antar-kader serta pemilik suara dalam Musda. [Syafri S]

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini