BANDA ACEH | Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menghadiri Wisuda Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Angkatan XVI yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Sabtu, 26 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy Tabrani menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati sekaligus memberikan apresiasi kepada orang tua, keluarga, dosen, serta seluruh civitas akademika UUI yang telah berperan dalam perjalanan pendidikan para lulusan.
Menurutnya, prosesi wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Ijazah yang diterima para lulusan merupakan bukti telah menyelesaikan jenjang pendidikan, tetapi bukan tanda bahwa proses belajar telah berakhir.
“Dunia setelah kampus akan menuntut kemampuan kita untuk terus belajar, menyusun strategi, dan mengambil keputusan-keputusan penting dalam kehidupan,” ujarnya.
Dedy menekankan, integritas harus menjadi fondasi utama bagi setiap lulusan. Menurutnya, ilmu pengetahuan tanpa integritas dapat kehilangan makna, sementara dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat membutuhkan pribadi yang amanah, jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta konsisten antara ucapan dan perbuatan.
"Jadilah lulusan yang dapat dipercaya. Orang yang amanah dan terpercaya itu semakin sulit ditemukan. Karena itu, jadilah saudara-saudara sekalian sebagai orang yang amanah dan bisa dipercaya,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi terus membangun kompetensi. Kemampuan nyata, komunikasi, penguasaan teknologi, serta kemauan untuk terus belajar disebut menjadi modal penting menghadapi dunia yang semakin terbuka.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membuat batas antarwilayah semakin tidak berarti. Namun, kemudahan akses tersebut juga harus disikapi secara bijak karena media digital dapat memberikan manfaat sekaligus menimbulkan persoalan apabila digunakan tanpa kehati-hatian.
“Jangan berhenti belajar dan carilah ilmu setinggi-tingginya. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” katanya.
Selain itu, Dedy meminta para lulusan untuk menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada. Menurutnya, keberhasilan seorang lulusan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kemampuan menjaga nama baik keluarga, almamater dan lingkungan tempatnya bekerja.
Soroti Marwah Generasi Muda Aceh
Dalam pesannya kepada generasi muda Aceh, Dedy juga menyinggung pentingnya menjaga etika dan marwah dalam kehidupan, termasuk dalam menggunakan media sosial.
Ia mengingatkan para wisudawan dan wisudawati agar berpikir matang sebelum berbicara maupun bertindak, terutama di ruang digital yang memungkinkan setiap informasi tersebar luas dalam waktu singkat.
“Pikir dulu sebelum berbuat dan sebelum mengucapkan sesuatu. Jaga marwah diri, keluarga, alumni, dan almamater,” pesannya.
Narkoba Bukan Sekadar Persoalan Hukum
Sebagai Kepala BNNP Aceh, Dedy turut memberikan perhatian khusus terhadap ancaman narkotika yang dihadapi generasi muda.
Ia menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak semata-mata merupakan persoalan hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan masa depan manusia dan masyarakat.
Menurutnya, penanganan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh melalui pemberantasan, pencegahan, rehabilitasi, serta pemberdayaan masyarakat. Pendekatan hukum pidana, kata dia, perlu berjalan bersama pendekatan sosial dan kearifan lokal.
Dedy juga mendorong pemanfaatan hukum adat, kanun, serta resam gampong sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.
Ia menilai pendekatan berbasis masyarakat penting, khususnya terhadap pengguna atau korban penyalahgunaan narkoba, sehingga penanganannya tidak selalu berujung pada pemidanaan dan pemenjaraan.
Dedy juga menyoroti perlunya dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas rehabilitasi dapat menyebabkan pengguna atau korban penyalahgunaan narkoba akhirnya masuk ke lembaga pemasyarakatan, yang pada akhirnya turut memperbesar beban kapasitas penjara.
"Jangan semua dimasukkan ke dalam penjara. Pemerintah daerah harus menyiapkan tempat rehabilitasi agar penanganan pengguna dan korban narkoba dapat dilakukan secara tepat,” tegasnya.
Ingatkan Makna Kehidupan
Menutup pesannya, Dedy mengajak para lulusan untuk tidak hanya mengejar kesuksesan duniawi, tetapi juga mempersiapkan kehidupan akhirat.
Ia mengingatkan bahwa pada akhirnya setiap manusia akan menghadapi kematian dan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya.
"Ketika datang ke kubur, tidak ada lagi gelar profesor, doktor, atau jabatan. Yang dibawa adalah amal,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh wisudawan dan wisudawati UUI untuk menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal membangun kehidupan yang bermanfaat, menjaga integritas, menjauhi narkoba, serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
“Semoga dalam perjalanan hidup, saudara-saudara semua dapat sukses dan selamat dunia akhirat,” pungkas Dedy Tabrani.[]

Social Header