JAKARTA | Sejarah baru pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Pidie resmi dimulai. Tepat pada Senin, 19 Oktober 2026, Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., menorehkan langkah strategis dengan menyerahkan langsung Proposal Penegerian Perguruan Tinggi Islam (PTI) Al-Hilal Sigli menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Al-Hilal Sigli kepada Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.
Penyerahan proposal yang berlangsung di ruang kerja Menteri Agama itu diawali dengan audiensi yang penuh kehangatan, dibalut rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kental.
Tidak sekadar seremonial, pertemuan ini menjadi wadah penyampaian aspirasi besar masyarakat Pidie yang telah puluhan tahun mendambakan hadirnya perguruan tinggi keagamaan Islam Negeri.
HARAPAN BESAR MASYARAKAT PIDIE
Di hadapan Menteri Agama, Bupati H. Sarjani dengan tegas menyampaikan maksud kedatangan Tim Pemkab Pidie.
“Tujuan utama kedatangan kami adalah menyampaikan secara langsung harapan besar masyarakat Kabupaten Pidie, yang sangat membutuhkan kehadiran perguruan tinggi keagamaan Islam negeri,” ungkapnya.
“PTI Al-Hilal Sigli yang telah puluhan tahun eksis dan menghasilkan ribuan lulusan yang kini berkiprah di berbagai bidang, baik sebagai ulama, guru, birokrat, politisi, maupun pengusaha. Kini telah sangat siap untuk ditingkatkan statusnya menjadi kampus negeri,” imbuh Bupati H. Sarjani.
Pernyataan ini menegaskan bahwa penegerian bukan sekadar perubahan status, melainkan sebuah kebutuhan historis dan sosiologis masyarakat Pidie yang dikenal sebagai salah satu daerah paling religius.
KOMITMEN NYATA PEMKAB: BENTUK TIM, KUCURKAN DANA MILIARAN DAN HIBAH LAHAN
Keseriusan Pemkab Pidie tidak hanya sebatas wacana. Bupati H. Sarjani yang bertindak selaku Ketua Pembina Tim Fasilitasi Penegerian telah membentuk tim khusus yang solid.
Tim tersebut terdiri dari personel Pemkab Pidie, unsur Kampus PTI Al-Hilal, serta tokoh masyarakat. Ketua Tim Fasilitasi sendiri dipercayakan kepada Asisten I Setdakab Pidie, Dr. H. Nadhar Putra, M.Si.
Sebagai bukti komitmen anggaran, Pemkab Pidie telah menghibahkan dana sebesar Rp 3,4 Miliar untuk pemenuhan sarana prasarana, serta menghibahkan lahan kampus seluas lebih kurang 5 Hektare kepada Yayasan PTI Al-Hilal Sigli.
“Langkah ini adalah wujud keberpihakan Pemkab Pidie terhadap kemajuan pendidikan. Kami ingin memastikan semua persyaratan penegerian sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2024 terpenuhi dengan baik,” jelas Dr. H. Nadhar Putra, Senin malam (19/10/2026).
RESPON POSITIF MENTERI AGAMA
Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, menyambut baik dan mengapresiasi langkah cepat Pemkab Pidie. Orang nomor satu di Kemenag RI itu berjanji akan segera memproses usulan tersebut.
InsyaAllah akan segera kami proses. Tolong semua persyaratan dipenuhi dengan baik sesuai regulasi yang ada,” ujar Menteri Agama sebagaimana disampaikan kembali oleh Dr. Nadhar Putra.
Di akhir audiensi, Bupati H. Sarjani secara resmi menyerahkan bundel Dokumen Proposal Penegerian kepada Menteri Agama.
Pertemuan ini terbilang pertemuan tingkat tinggi dan lengkap, dimana mendampingi Menteri Agama, hadir Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan HAM, Staf Khusus Menteri Agama, serta para pejabat di jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI.
Sementara dari Pidie, Bupati didampingi oleh jajaran inti Pemerintahan Pidie: Ketua DPRK Anwar Sastra Putra, S.H., Sekda Drs. Samsul Azhar, M.AP., Rektor UIN Ar-Raniry selaku ex officio Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh Prof Dr Mujiburrahman, MA, Ketua Yayasan PTI Al-Hilal Sigli H. Abdullah Ali, S.Ag., M.Pd., beserta jajaran.
Kehadiran lengkap eksekutif, legislatif, dan akademisi ini menunjukkan soliditas dan kebulatan tekad seluruh elemen Pidie untuk mengawal lahirnya IAIN Al-Hilal SigliDengan diserahkannya proposal ini, mimpi masyarakat Pidie untuk memiliki Institut Agama Islam Negeri pertama kini selangkah lagi menjadi kenyataan.
Jika terealisasi, IAIN Al-Hilal Sigli akan menjadi pusat kajian Islam, penggerak ekonomi syariah, dan pencetak generasi ulama dan intelektual muslim dari Tanah Pidie untuk Aceh dan Indonesia.[]

Social Header