Breaking News

Bendungan Irigasi Rusak, Pompanisasi dan Air Hujan Jadi Andalan Para Petani Kawasan Krueng Peudada Untuk Garap Sawah

Pertemuan Tokoh Peudada, Para Keuchik dengan Bupati Bireuen, di Pendopo. [Foto.Doc.7/4/25]

BIREUENPetani di kawasan D.I Krueng Peudada, Kabupaten Bireuen siap mulai menggarap sawahnya untuk menyambut musim tanam.

Pada musim tanam kali ini berbeda dengan sebelumnya, petani terpaksa memanfaatkan dan mengandalkan aliran air dari pompanisasi yang dipersiapkan pemerintah, sumbernya dari air sungai untuk mengairi lebih kurang untuk saat ini, ditargetkan 500 Ha sawah. Tak hanya itu, selebihnya juga mengandalkan air hujan.

Langkah ini menjadi solusi sementara sambil menunggu realisasi perbaikan Bendung Daerah Irigasi Krueng Peudada yang hampir 3 tahun belum ada kejelasan untuk melakukan upaya perbaikan atau pembangunan kembali, khususnya disini bendungan Hagu Peudada.

Keujrun Blang yang sering disebut Keuchik Din, kepada media, minggu (21/09/25), ianya menyebutkan, musim tanam kali ini sangat krusial bagi para petani, terutama karena ketergantungan mereka pada sumber air alaminya, apalgi mengingat pompanisasi yang hampir siap tahun ini hanya 2 unit. Ia berharap bial ini terlihat capaia aliran air maksimal, kalau bisa ditambah lagi." Harapnya.

"Pompanisasi dan air hujan menjadi andalan petani untuk tetap bisa menanam, namun tentu saja ini bukan solusi jangka panjang.

Tak hanya itu, Pembangunan kembali bendung irigasi Hagu atau Bendungan Baru lainnya, yang selama ini sudah rusak sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan daerah ini. Ujar Keuchik Din Keujrun Blang.

Bendung DI Krueng Peudada yang belum selesai dibangun kembali, ini menjadi tantangan bagi petani selama ini.

Selama masa tunggu tersebut, petani harus mencari alternatif sumber air, termasuk pompanisasi dari aliran sungai yang sangat tergantung pada curah hujan,” ungkap Keujrun Blang Keuchik Din.

Keuchik Din, juga menambahkan, bendungan ini merupakan urat nadi bagi para petani yang selama ini ketergantungan pada D.I Krueng Peudada.

Jika masalah irigasi ini tidak segera diatasi, akan berdampak negatif terhadap hasil panen dan kesejahteraan akan datang. Oleh karena itu, kami disini bersama para petani, pemerintah kecamatan dan seluruh stokholder terus berupaya mendampingi petani dan mendorong pemerintah serta pihak terkait agar segera merealisasikan janji mereka."

Keuchik Din yang merupakan tokoh peudada, sebagai gerakan pemakmuran petani, ianya berkomitmen untuk mendorong pemerintah aktif terlibat dalam sektor pertanian. Untuk membuka mata, bagaimana mencari solusi para petani ini bisa mandiri dan memanfaatkan lahannya dengan maksimal.

Langkah ini sebagai upaya tindak lanjut Jajaran Tokoh Peudada, Para Keuchik dan forkopimcam peudada, juga mengajak para petani untuk bersatu, bergabung dan mendukung langkah-langkah inovatif dalam pertanian yang dapat membantu mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi, termasuk tantangan ketersediaan air.*

Editor : Redaksi (Ir)

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini